Tradisi tumbilotohe di Kelurahan Dulolowo Timur, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, tahun ini hadir dengan tampilan berbeda. Sebanyak 10.000 lampu botol akan dihampar di areal persawahan, dilengkapi spot foto khusus yang dirancang agar pengunjung bisa berfoto tanpa terkena lumpur. Jembatan penghubung antara jalan dan area sawah sengaja dibangun untuk kenyamanan akses selama festival berlangsung.

Koordinator Tumbilotohe Dulolowo Timur, Memo Yusuf, menjelaskan bahwa sebagian lahan sawah dikosongkan dan dihias sebagai area dokumentasi. Desain tahun ini dibuat lebih menarik dibanding sebelumnya, dengan penataan visual yang mempertimbangkan kebutuhan pengunjung modern. Selain pusat festival di pertigaan Jl. Arif Rahman Hakim dan Jl. Kalimantan, hiasan lampu elektronik juga dipasang sepanjang Jl. Arif Rahman Hakim, Jl. Kalimantan, hingga Jl. Pangeran Hidayat sebagai jalur penyambut.

Ketua Karang Taruna Kota Tengah tersebut menambahkan bahwa puncak iluminasi akan terlihat jelas di pertigaan Jalan Kalimantan. Persiapan di lapangan terus dikebut oleh warga setempat menjelang pelaksanaan tradisi malam pasang lampu. Dukungan dari berbagai pihak masih diharapkan untuk memastikan kelancaran acara yang menjadi identitas budaya Gorontalo setiap akhir Ramadan.

Kombinasi 10.000 lampu tradisional dengan fasilitas dokumentasi yang memadai menunjukkan adaptasi tradisi terhadap kebiasaan kontemporer tanpa menghilangkan esensi aslinya. Pengunjung dapat menikmati keindahan cahaya tumbilotohe sekaligus mengabadikan momen secara nyaman dan aman. Festival di Dulolowo Timur membuktikan bahwa warisan budaya tetap bisa hidup dan dinikmati ketika dikemas dengan pertimbangan praktis serta estetika yang sesuai dengan perkembangan zaman.

tumbilotohe 2019Dulolowo Timurlampu botolfestival Gorontalospot fototradisi RamadanKarang TarunaMemo Yusuf
FacebookThreadsWhatsAppX
2 min read