Aroma manis gula merah dan santan mulai menguar di Kelurahan Dembe I, Kota Gorontalo, menjelang Festival Apangi pada Senin (9/9/2019). Masyarakat setempat bersiap menyajikan 200 ribu kue apangi untuk pengunjung yang datang merayakan malam 10 Muharram. Keluarga Agustina Husain saja menyiapkan 3.500 biji kue yang menghabiskan 50 butir kelapa, 50 kg tepung terigu, dan 50 kg tepung beras. Lurah Dembe I Zulkarnain Husain menjelaskan festival yang dimulai sejak 2016 ini adalah inisiatif warga bersama Karang Taruna, PKK, dan LPM. "Tahun 2018 target kami 100.000 biji, realisasinya 180.000. Tahun ini kita targetkan 200.000 biji," ujarnya bangga.
Festival ini bukan sekadar pesta kuliner, tetapi strategi pelestarian budaya sekaligus promosi wisata. Sejak 2005, Dembe I ditetapkan sebagai Destinasi Wisata Budaya Kota Gorontalo, dan Festival Apangi menjadi magnet yang menghidupkan identitas tersebut. Panitia bahkan menciptakan lagu khusus "Apangi 4" berbahasa daerah Gorontalo untuk memeriahkan acara. Ketika ribuan tangan bekerja membuat kue tradisional yang dicocol gula merah, mereka sedang merawat ingatan kolektif yang menghubungkan generasi tua dan muda. Di tengah gempuran makanan modern, apangi tetap bertahan sebagai simbol kebersamaan dan ketahanan budaya lokal yang layak dirayakan.

