close
Cerita dari Gorontalo

Yuk, Kita Bantu Khayra Agar Bisa Mendengar Lagi

Untuk bisa mendengar lagi, Khay harus memasang implan koklea yang seharga 250.000.000 untuk sepasang koklea

Greysinta Lahami, Ibunda Khayra
Khay, Anakku Disabilitas Pendengaran Berat

Bermula dari kecurigaan kami, Khay sudah menginjak umur 1 tahun 4 bulan, tapi belum bisa mengucapkan ‘Mama Papa’. Terlebih lagi, jika dipanggil namanya Khay, dia tidak pernah menoleh.

“Saya dan suami memutuskan membawanya ke dokter THT. Tapi di Gorontalo alat untuk mendeteksi pendengaran sedang rusak, sampai akhirnya kami dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di Makassar.” Kata Greysinta Lahami

Lebih lanjut, Greysinta Lahami  mengatakan bahwa mereka menjalankan serangkaian pemeriksaan. Dimana telinga manusia terbagi menjadi 3 bagian : telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam.

“Setelah diperiksa telinga luar dan telinga tengah Khay, kondisinya normal dan sangat baik. Namun disinilah permasalahannya, telinga dalam Khay hampir tidak berfungsi, yang seharusnya koklea dalam telinga mengubah bunyi dari getaran mekanik menjadi sinyal untuk diteruskan ke otak tidak bekerja sebagaimana mestinya.” Jelas Greysinta Lahami berdasarkan penjelasan dari dokter

Selanjutnya Khay menjalankan Tes BERA (Brainstem Evoke Response Audiometry) untuk melihat respon otak setiap kali mendengar suara yg dihasilkan oleh mesin.

Atas kehendak Allah SWT, Khay hanya bisa merespon dan mendengar suara diatas 110 dB (sejenis suara pesawat terbang), sementara suara percakapan sehari-harii berkisar antara 20-60 dB.

“Itu artinya anak saya sejak lahir belum pernah mendengarkan suara, suara saya, suara ayahnya, suara burung, suara mobil, dan lain-lain” lanjutnya sambil mengatakan bahwa sampai saat ini anak saya tidak tau apa itu ‘bunyi’! (bahkan untuk menuliskan dan menyampaikan ini, air mata saya tidak berhenti menetes)

Dari hasil diagnosa dokter, dugaan sementara adalah ibunya saat hamil diserang Virus Rubella yang akhirnya menggangu perkembangan telinga Khay ketika dalam kandungan.

Dokter yang menangani Khay menawarkan solusi dengan cara Implan Konklea yang harga alatnya paling murah sebesar Rp 205.000.000.

“Ya Allah, darimana kami mendapatkan uang sebesar itu? Sementara kami hanya bekerja sebagai tenaga kontrak. Tak ada daya dan upaya yang bisa kami lakukan, kecuali berdoa kepada Allah SWT, dan tentu saja berikhtiar dengan meminta bantuan dari para kerabat sekalian, sekiranya ada yang mau dan ikhlas memberikan donasi untuk membantu Khay agar bisa mendengar lagi. Saya hanya berharap anak saya normal, bisa mendengar dan mengenali suara Ayah dan Ibunya sebagaimana normalnya anak Bapak dan Ibu.” Tutup Greysinta Lahami

Untuk membantu Khayra agar bisa mendengar lagi, salurkan donasi disini:

BRI : 5154-01-019175-53-3 (Moh. Noor Aminuddin Akuba)
BNI : 0272231867 (Greysinta Lahami)

read more
Komunitas

ITENEPS Punk Rock, 19 Tahun Berkarya dan Sederhana Dalam Bersikap

Kami berdiri di tribun ini
Bersorak- sorak mendukungmu
Di bawah langit biru di atas
Di atas rumput hijau kamikan setia menemanimu

ITENEPS Punk Rock – BIRU BERBARIS (For You PERSIGO)

Jika Anda pernah mendengar lagu tersebut diakhir 2000-an, berarti Anda merupakan penggemar berat Persigo Gorontalo pada zamannya. Lagu tersebut tidak asing dinyanyikan dikala Persigo Gorontalo bermain pada Divisi Utama Liga Super Indonesia.

ITENEPS yang merupakan band punk asal Gorontalo yang menciptakan lagu tersebut yang menjadi akrab ditelinga penggemar Persigo.

19 Tahun Berkarya

19 Agustus 2019 menjadi HUT ke-19 ITENEPS Punk Rock. ITENEPS dilahirkan di jalanan G-Town Kota Gorontalo,  band indie sekaligus pengusung genre punk pertama dan terbesar di Goronalo, ITENEPS sudah menjadi icon musik indie di Gorontalo dan pernah manggung dibeberapa kota di Sulawesi.

ITENEPS adalah kepanjangan dari (Indonesia Ternyata Negara Paling Sengsara), karena mereka berpikir Indonesia adalah negara dimana banyak koruptor, kesengsaraan, dan masyarakat miskin yang tertindas yang tak diperhatikan pemerintah. ITENEPS terbentuk awal tahun 2000, yang terinfluences dari NOFx, The Exploited, Social Distortiaon, The Living End, MXPX, Casualties, Ramones, Sex Pistol dan band-band legendaris lainnya.

Beranggotakan 4 personil, Ronald Helingo, Deddy Bakir, Fahry Unonongo dan Rijal Sjahbudin, ITENEPS adalah simbol kekompakan. Lewat lagu-lagunya seperti Undergroundthalo, Hitam Putih Dunia, Song For President, membuktikan bahwa ITENEPS bisa terus bertahan dan berkarya di Gorontalo.

read more
Cerita dari Gorontalo

UNG Segera Miliki Fakultas Kedokteran

Setelah menunggu waktu sekitar 7 tahun, akhirnya Universitas Negeri Gorontalo memiliki Fakultas Kedokteran.

Kepastian akan adanya Fakultas Kedokteran UNG terungkap pada saat Rektor UNG, Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim bersama Bupati Bone Bolango, Hamim Pou menerima kunjungan tim visitasi dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Fakultas ini sangat dibutuhkan masyarakat karena banyaknya masalah kesehatan akan mendukung kualitas layanan masyarakat. Kebutuhan tenaga teknis di bidang layanan kesehatan yang selama ini dianggap kurang maksimal akan terbatu dengan hadirnya fakultas ini

read more