fbpx

BNNK Bone Bolango Ajak Netizen Bahas Narkoba

Untuk mengurangi penggelapan dan predaran narkoba, BNNK Bone Bolango mengadakan forum komunikasi antinarkoba berbasis media online bagi netizen se-Provinsi Gorontalo. Kegiatan yang digelar pada, Rabu (12/9) di Hotel Elzie dihadiri oleh wartawan baik media cetak, online, serta beberapa pengguna media sosial yang biasa di sebut netizen.

 

Abdul Haris Pakaya, Kepala BNNK Bone Bolango berharap melalui momentum ini, mendorong seluruh pengelola media online untuk berperan aktif dalam program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), demi mewujudkan masyarakat bersih, sehat dan mampu menolak narkoba.

“ini merupakan tujuan Desiminasi Informasi P4GN melaui forum komunikasi anti narkoba berbasis media online bagi netizen. Salah satu caranya yakni dengan membuat serta menyebarluaskan konten-konten positif yang mendidik dan membangun, termasuk informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba,” kata Abdul Haris.

Sementara itu, Fried Dewi Ahmad, Kabid Penyelenggara E-Government Dinas Kominfo Provinsi Gorontalo yang jug

a bertindak sebagai narasumber, mengatakan bahwa peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi tersebut.

“kita selaku pengguna media sosial harus bisa memberikan informasi yang bermanfaat, terutama mengenai bahayanya penyalagunaan narkoba” ujar Dewi seraya menghimbau kepada para wartawan yang hadir, agar dapat memberikan informasi yang informative dan mendidik.

Narkoba Mempercepat Ketemu Ajal

Pada saat narasumber dari BNNK Bone Bolango memaparkan potensi kematian akibat narkoba, memang menakutkan. Mungkin dengan cara begini, dengan sosialisasi secara terus menerus, bisa mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba.

Indonesia kini menjadi negara dengan tingkat kedaruratan narkoba yang cukup tinggi. Hal itu ditandai dengan angka pengguna narkoba dan angka kematian akibat narkoba yang cukup tinggi.

Deputi Pemberantasan pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Irjen Pol Arman Depari menyebutkan, saat ini sekitar 2,2 persen dari total 262 juta jiwa penduduk Indonesia, telah terkontaminasi narkoba. Padahal secara internasional, suatu negara dinyatakan darurat narkoba jika 2 persen penduduknya telah mengkonsumsi narkoba. Bahkan sebayak 37-40 orang di Indonesia, meninggal dunia setiap harinya akibat dampak buruk narkoba.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *