Suasana pusat Kota Gorontalo benar-benar pecah pada Rabu (12/2) sore hingga malam. Ribuan warga dari berbagai latar belakang tumplek ke jalanan hanya untuk menyaksikan perayaan Cap Go Meh atau yang akrab disebut Tapikong oleh masyarakat lokal. Perayaan hari ke-15 Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili ini bukan sekadar ritual keagamaan, tapi sudah menjadi festival budaya yang dinanti-nanti setiap tahunnya.

Atraksi barongsai, tatung, naga liong, marching band, musik bambu, hingga arak-arakan ondel-ondel dan kio joli dari Klenteng Tulus Harapan Kita, Klenteng Hong San Bio, serta Vihara Buddha Dharma sukses menyedot perhatian. Ketua Panitia Cap Go Meh Gorontalo, Hengki, menjelaskan bahwa variasi pertunjukan inilah yang membuat Cap Go Meh selalu spesial dan berbeda dari tahun ke tahun. Ia bersyukur acara berlangsung lancar dan damai berkat dukungan penuh masyarakat dan pemerintah kota.

Pj Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid, yang turut melepas arak-arakan dari Klenteng Tulus Harapan Kita, menegaskan bahwa Cap Go Meh di Gorontalo telah bertransformasi menjadi agenda wisata unggulan. Lebih dari itu, kelancaran dan kedamaian dalam perayaan ini adalah bukti nyata kerukunan antarumat beragama di Bumi Serambi Madinah.

"Bangsa ini adalah bangsa yang majemuk. Kita dipersatukan oleh suku dan agama yang berbeda-beda, dan hal itu menjadi kekuatan bangsa ini. Kita semua harus mengayomi seluruh kepercayaan serta membangun silaturahmi," ujar Ismail. Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada antusiasme warga yang hadir, menunjukkan bahwa toleransi di Gorontalo bukan sekadar slogan, tapi praktik hidup sehari-hari yang indah

#CapGoMehGorontalo #Imlek2576 #Toleransi #WisataBudaya #Barongsai #BhinnekaTunggalIka
FacebookThreadsWhatsAppX
2 min read