close

Lifestyle

Lifestyle

KPP Pratama Gorontalo Gelar “Spectaxcular: Colour Run 2K19”

Hari Minggu, 3 Maret 2019 mendatang, KPP Pratama Gorontalo menggelar sebuah event yang bertajuk “Spectaxcular: Colour Run 2K19”.

Lokasinya sendiri direncanakan digelar di area Taman Kota Gorontalo mulai pukul 06.00 WITA dan terbuka bagi siapapun tanpa dipungut biaya.

Event ini digelar oleh KPP Pratama Gorontalo sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat luas tentang SPT Tahunan PPH Pribadi.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengimbau Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) segera menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun 2018 dengan e-filing lewat website DJP Online. Batas akhir pelaporannya sampai 31 Maret 2019

e-Filing adalah cara penyampaian SPT Tahunan secara elektronik yang dilakukan secara online dan real time melalui internet di website DJP www.djponline.pajak.go.id atau penyedia jasa aplikasi (ASP/Aplication Service Provider) yang terdaftar secara resmi sebagai agen pajak.

Kalau menggunakan e-filing tentu saja, Anda dapat melapor SPT di mana saja dan kapan saja dengan cepat tanpa perlu datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Dengan begitu, Anda akan terhindar dari antrean yang selalu mengular saat masa pelaporan SPT tiba.

read more
Lifestyle

Puteri Pariwisata Gorontalo yang Memilih Jalan Politik

Di kancah politik nasional, kita sering mendengar para artis memilih ikut terjun pada politik praktis. Begitu banyak nama yang kita dengar pada pemberitaan media massa tentang pilihan-pilihan yang harus mereka geluti.

Berpolitik memang tidaklah populer, meskipun para artis tersebut populer. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, serta tujuan yang harus mereka pertaruhkan. Menang. Mungkin itu yang paling utama.

Di Gorontalo sendiri, ada satu nama yang memilih berpolitik dalam menghadapi Pemilihan Umum 2019 mendatang. Bukan dari kalangan artis, tapi juga merupakan tokoh publik di Gorontalo itu sendiri.

Nurhayati Sintia Massa, SH. Pernah keluar sebagai runner up pada kontes Pemilihan Puteri Pariwisata Indonesia tahun 2012. sebuah prestasi membanggakan, yang juga jadi tolak ukur akan komitmentnya terhadap Kepariwisataan di Gorontalo

Komitmen Sintia Massa terhadap pariwisata baik di Gorontalo secara khusus maupun pada tingkat nasional tentu sering kita dengar. Semenjak jadi Nou Gorontalo, Sintia Massa banyak berkecimpung pada kegiatan-kegiatan kepariwisataan, aksi sosial masyarakat hingga terjun pada aksi-aksi lainnya. Cukup berjalan lama, ada 5 tahun dia terjun dalam hal tersebut.

Kini, dia memilih jalan politik untuk memperjuangkan aspirasi dari warga yang diwakilinya, dalam hal ini Kabupaten Bone Bolango. Sintia Massa memilih Partai Keadilan Sejahtera dan mendapatkan nomor urut 3 ke DPRD Provinsi Gorontalo.

Memang, ada 45 anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang berasal dari 6 Kabupaten/Kota se-Gorontalo yang juga memperjuangkan nasib kepariwisataan Gorontalo. Akan tetapi, jika mantan Puteri Pariwisata Indonesia ikut terjun pada fungsi legislasi sebagai Anggota DPRD, tentunya bisa saja menghasilkan pemikiran-pemikiran maupun kontribusi nyata akan bidang tersebut.

5 tahun terakhir pula, dimana Gorontalo yang merupakan provinsi baru di Indonesia, jumlah kunjungan wisatawan ke Gorontalo baik domestik maupun mancaneraga meningkat pesat. Tentu hal ini jadi nilai tambah tersendiri, dimana Gorontalo juga dikenal memiliki beragam destinasi wisata yang tak kalah dari daerah lain. Jika dirinci secara keseluruhan, beragam jenis destinasi wisata di Gorontalo mencapai ratusan.

Selain Nurhayati Sintia Massa yang pernah menjadi Runner Up Putri Pariwisata Indonesia pada tahun 2012, pada 2 tahun sebelumnya juga ada Runner Up Putri Pariwisata Indonesia yang juga memilih politik sebagai jalur karir berikutnya, yakni Jamila Catheleya Emor, S.Sos., M.Si. Kesamaan lain antara mereka berdua adalah sama-sama memilih nomor urut 3 pada kertas surat suara.

Jika Nurhayati Sintia Massa, SH memilih jalur DPRD Provinsi Gorontalo melalui Partai Keadilan Sosial dengan daerah pemilihan Bone Bolango, Gorontalo., Jamila Catheleya Emor, S.Sos., M.Si diusung oleh Partai Demorat memperebutkan kursi ke DPRD DKI Jakarta dengan daerah pemilihan Jakarta Timur.

Kiprah kedua srikandi Pariwisata Indonesia asal Gorontalo tersebut tentulah patut diacungi jempol, karena merekalah ujung tombak promosi Pariwisata Gorontalo dimata nasional selama menjabat sebagai Duta Pariwisata Indonesia tahun 2010 dan 2012.

Dan juga, Duta Putri Pariwisata Indonesia yang mereka emban, bukanlah merupakan sebuah batu loncatan akan tetapi jadi sebuah pengalaman dalam melanjutkan karir.

“Orang baik harus diberi kesempatan. Kenapa? Untuk mencegah orang jahat berkuasa”

read more
Lifestyle

PERSIGO Gorontalo Kapan Kembali ke Gorontalo?

Polemik statuta PERSIGO Gorontalo yang ‘dirental’ ke Semeru FC Lumajang kembali menjadi pembahasan ditingkatan kelompok-kelompok suporter Persigo di Gorontalo. Mereka mempertanyakan kepastian dan kejelasan akan nasib Persigo.

Persigo Gorontalo yang berlaga di Divisi Utama Indonesia sendiri dilakukan upaya penyelamatan dengan cara merger dengan Semeru FC. Hal ini dilakukan karena pada saat itu, Persigo mengalami krisis keuangan. Untuk menyelamatkan, manajemen Persigo memilih keputusan diatas tersebut.

PERSIGO Gorontalo dulunya merupakan klub yang berlaga di Divisi Utama (kasta ke-2 sepakbola Indonesia), dan untuk menyelamatkan diri setelah mengalami krisis hebat, di mergerlah dengan Semeru FC sekaligus memindahkan homebase ke Lumajang.Draft perjanjiannya menegaskan, "rental" hanya berlaku 1 tahun. Dan apabila PERSIGO Gorontalo degradasi ke Liga 3, maka Semeru FC harus ganti rugi Rp. 1.5 Milyar.Nah, dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama musim kemarin, PERSIGO harus degradasi ke Liga 3.Bagaimana sekarang?

Dikirim oleh Gorontalo Unite pada Sabtu, 23 Februari 2019

 

“Nah, Persigo kan dimerger selama setahun dengan poin-poin perjanjian. Kami tidak mengetahui secara pasti akan perjanjian tersebut, tapi salah satu poinnya adalah jika Persigo Gorontalo degradasi ke liga 3, maka Semeru FC wajib membayar denda sebesar 1.5 milyar” ungkap Erwin Ismail.

Seperti diketahui, pada musim keduanya Persigo Semeru FC harus menelan pil pahit karena harus terdegradasi ke Liga 3. Jelas saja hal ini tidak seperti diinginkan banyak pihak, baik Semeru FC maupun suporter di Gorontalo.

Erwin Ismail juga menekankan akan bagaimana status Persigo kedepannya, dan berharap agar Persigo segera kembali ke Gorontalo meskipun sudah turun kasta, dan meminta manajemen Persigo untuk menyelesaikan segara permasalahan yang ada.

“Sejujurnya, kami juga rindu. Rindu menyaksikan Persigo di kandang sendiri. Sudah sekian tahun tidak pernah menonton langsung di stadion” ujar Erwin Ismail yang juga mengenal dekat manager Semeru FC di Lumajang.

Sementara itu, Aven Hinelo, CEO Persigo mengatakan bahwa, pihaknya siap mengembalikan Persigo Gorontalo ke Gorontalo. Namun, ada satu pertanyaan mendasar. “Jika Persigo sudah di Gorontalo, siapa yang akan mengelola?” tanya Aven.

Pertanyaan tersebut juga menjadi kendala tersendiri, mengingat untuk mengelola sebuah klub profesional membutuhkan dana yang tidak sedikit.

aliansi suporter Persigo

Akan tetapi juga, biaya ganti rugi yang harus disediakan Semeru FC jika Persigo terdegradasi ke Liga 3 sebesar Rp. 1.5 Milyar juga menjadi pertanyaan tersendiri. Kapan Semeru bisa membayarkan ganti rugi tersebut, yang juga akan menjadi modal tersendiri bagi Persigo pada keikutsertaan kompetisi berikutnya.

Tetapi, biaya ganti rugi sebesar 1.5 milyar tersebut akan sulit didapatkan Persigo mengingat Semeru FC sendiri menawarkan banding tersendiri.

“Semeru tidak akan mengganti rugi sebesar pinalti itu, tapi menawarkan kembali untuk mengelola Persigo selama setahun lagi di Liga 3 dan berjanji mempromosikan kembali Persigo ke Divisi Utama” tegas Aven Hinelo

Jika penawaran persetujuan tersebut sudah ditandatangani oleh manajemen Persigo, maka Persigo kembali akan memainkan taga tandangnya di Lumajang dengan pengelolaan secara sepenuhnya oleh Semeru FC. Berarti, Persigo akan berada di Lumajang hingga tahun 2020. Jelas saja hal ini menambah rentang waktu Persigo tidak kembali ke Gorontalo.

Kebuntuan antara pihak suporter dan manajemen Persigo sendiri akan dibahas dalam waktu dekat, untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Kemungkinan akan diselenggarakan pada awal Maret 2019.

read more
Lifestyle

Mohibadaa, Perawatan Wajah Ala Masyarakat Gorontalo

Lestarikan tradisi Mohibadaa. Selain mengenal dan menjaga kebudayaan juga bermanfaat bagi kesehatan wajah. Tradisi Mohibadaa sendiri adalah kebiasaan masyarakat Gorontalo dalam merawat wajah.

Tradisi Mohibadaa menggunakan ramuan tradisional sebagai bedak. Mohibadaa merupakan campuran dari rempah – rempah tanpa bantuan bahan kimia sedikitpun. Selain aman bagi penggunanya, campuran rempah juga memberi manfaat bagi si pengguna.

Rempah yang digunakan antara lain tepung beras, humopoto (kencur), bungale (bangle), alawahu (kunyit). Semua bahan dicampur dan dihaluskan menjadi satu.

Ramuan bisa dibuat sendiri karena bahannya yang mudah ditemui. Jika tak sempat pun masih ada penjual di pasar tradisional yang menyediakan paket rempah tersebut.

Cara penggunaannya cukup mudah. Setelah rempah ditumbuk menjadi satu hingga halus. Rempah yang dirasa telah halus bisa dioleskan langsung ke area wajah atau seluruh tubuh. Disarankan menggunakan beras pulo (ketan) untuk mendapatkan hasil tumbukan yang halus.

Tradisi membalurkan rempah pada kulit ini biasanya dilakukan masyarakat Gorontalo saat memasuki bulan Ramadan. Namun tidak ada larangan juga bagi yang ingin melakukannya di luar bulan puasa. Tradisi ini bisa dilakukan setiap hari.

Melakukan tradisi Mohibadaa di bulan Ramadan karena pada saat itu tubuh kekurangan cairan akibat puasa. Sehingga tak ayal kulit akan menjadi lebih kering. Apalagi jika datangnya bulan puasa berbarengan dengan datangnya musim kemarau. Panasnya pasti amat terasa di Gorontalo karena daerahnya juga cenderung panas.

Sehingga melakukan tradisi Mohibadaa pada bulan tersebut bisa menjadi alternatif untuk menjaga menjaga kulit agar tetap elok.

Menurut pengakuan masyarakat yang melakukan tradisi Mohibadaa, bedak yang dihasilkan membuat wajah lebih segar, tidak kering, bahkan mencegah kerutan pada kulit. Selain tidak memiliki efek samping karena bahannya yang alami. Tepung yang merupakan campuran rempah juga memberi aroma yang harum.

Ternyata wanita – wanita Indonesia punya cara sendiri untuk menjadi cantik secara alami. Tanpa harus menggunakan produk kecantikan dengan campuran bahan kimia.

Sumber: genpi.co | kompas.com

read more
Lifestyle

Yuk, Lawan Hoaks Politik, Ciptakan Pemilu Damai!

Dua hal yang patut disyukuri oleh warganet Indonesia adalah sistem demokrasi yang dirasakan sampai saat ini, antara lain kebebasa beropini dan berekspresi, memilih calon pemimpin secara langsung, serta kemajuan dunia digital yang luar biasa. Sayangnya, kesempatan tersebut dapat ikut ternodai dengan merebaknya hoaks politik yang disebarkan melalui berbagai platform media digital menjelang pemilu tahun 2019.

Hoaks ibarat racun bagi demokrasi dan berdampak destruktif sebab memicu konflik antarpendukung calon presiden dan wakil presiden.

Warganet yang tidak memahami literasi digital sangat rentan untuk turut memproduksi dan menyebarkan hoaks politik. Pada gilirannya hal ini akan menurunkan kualitas pemilu yang akan kita jalani. Oleh karena itu, memahami literasi digital dalam melawan hoaks politik adalah tanggung jawab warganet secara khusus dan kita semua tanpa terkecuali sebagai warga negara Indonesia.

Panduan literasi digital “Yuk, Lawan Hoaks Politik, Ciptakan Pemilu Damai!” ini memberikan penjelasan mengenai sepuluh tahapan kompetensi literasi digital ala Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) yang sedianya dapat diimplementasikan oleh warganet secara khusus untuk mencegah hoaks politik menjelang pemilu 2019.

Harapannya, panduan ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan tahun politik yang kondusif dan memperbaiki kualitas demokrasi yang telah kita rasakan selama dua dekade ini.

Mari bersama lawan hoaks politik karena pemilu damai ada di tangan kita semua!


download disini

read more
Lifestyle

Mengenal Bacoho Tradisi Masyarakat Gorontalo

Bacoho tradisi khas Gorontalo yang memiliki arti lain yaitu keramas adalah salah satu tradisi masyarakat Gorontalo dalam menyambut bulan suci Ramadhan, tradisi ini masih dilakukan sebagian masyarakat di daerah setempat.

Dilansir dari budaya-indonesia.org, Ritual Bacoho dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara Tradisional dan Simbolisasi:

  • Tradisional

Bahan-bahan ramuan yang digunakan adalah parutan kulit lemong nipis atau lemong bacoho (citrus limonellus), fungsinya sebagai pewangi; air lemong popontolen (citrus lemetta), fungsinya sebagai pembersih lemak kulit kepala; daun pondang (pandan) yagn ditumbuk halus, fungsinya sebagai pewangi, bunga manduru (melati hutan) atau bunga rosi (mawar) atau bunga melati yang dihancurkan dengan tangan, dan berfungsi sebagai pewangi; minyak buah kemiri untuk melemaskan rambut dicampur sedikit perasan air buah kelapa yang diparut halus. Seluruh bahan ramuan harus berjumlah sembilan jenis tanaman, untuk membasuh rambut. Sesudah itu dicuci lagi dengan air bersih lalu rambut dikeringkan.

  • Simbolisasi

Semua bahan-bahan ramuan tersebut dimasukkan ke dalam sehelai kain berbentuk kantong, lalu dicelup ke dalam air hangat, lalu kantong tersebut diremas dan airnya ditampung dengan tangan, kemudian digosokkan kerambut.

Martin Ali warga Desa Huntu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, menjelaskan “Setiap tahun saya selalu membuat ramuan ini, kami biasa menyebutnya dengan nama Bongo Yiladu. Ramuan ini kami gunakan untuk mencuci rambut atau keramas menjelang bulan Ramadhan”.

“Bongo yiladu inilah kami siapkan untuk mencuci rambut agar bersih dan harum sepanjang hari,” ujar Martin Ali. Bongo yiladu memang di khususkan untuk merawat diri sehingga dalam proses harus lebih berhati-hati sehingga proses pembuatannya agar mendapatkan aroma yang paling harum. Dilansir dari kompas.

Sedangkan beda perlakuan dengan alat-alat ibadah seperti sajadah, baju, cipu (mukenah), sarung atau bahkan sprei dan kain lainnya. Masyarakat Gorontalo menyiapkan Tradisi Langgilo, yaitu dengan merendam perlengkapan ibadah dalam ramuan khusus yang tidak beda jauh dengan Bongo Yiladu.

“Untuk langgilo, bahan yang digunakan adalah daun jeruk, kelapa parut, daun pandan, kulit jeruk, onumo, sereh, daun ulu-ulu, dan daun kunyit,” ujar Martin Ali.

Bedanya, bahan dan rempah dalam prosesi langgilo ini direbus hingga mengeluarkan aroma yang harum. Air rebusan ini kemudian digunakan untuk merendam perlengkapan agar mendapatkan bau yang wangi dan segar.

Sumber: regional.kompasbudaya-indonesia

read more
Lifestyle

Rencana Integrasi 5 Destinasi Wisata Menjadi Satu Geopark di Gorontalo

5 destinasi wisata di Provinsi Gorontalo akan dikembangkan menjadi satu geopark. Lima destinasi wisata tersebut adalah Taman Laut Olele, situs diving Biluhu Timur, situs hiu paus Botu barani, reruntuhan kapal kargo, dan desa religi Bongo.

Dikutip dari Kompas.com ke-lima destinasi tersebut berlokasi di tiga wilayah administratif; Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kota Gorontalo.

“Geopark ini memiliki konsep kesinambungan dan memiliki potensi yang luas, namun tentunya juga ada resiko,” ucap Budi Sidiki selaku Kepala Badan Pengembangan Daerah Gorontalo.


Anak-anak nelayan di Botubarani bermain dengan hius paus di dekat rumah mereka. Hiu paus ini menjadi daya tarik wisata andalan Provinsi Gorontalo | Foto: Rosyid Azhar / kmps

Aspek kesinambungannya diharapkan dapat mempromosikan upaya konservasi, dipasangkan dengan program edukasi dan kesejahteraan untuk penduduk lokal.

Integrasi ke-lima destinasi wisata tersebut akan dimulai dengan penyatuan pekerja wisata, pengusaha, dan pemerintah provinsi untuk merancang sebuah konsep destinasi untuk ditawarkan ke wisatawan internasional.

Ke lima destinasi tersebut berada di satu garis pesisir panjang dari teluk Tomini, teluk terbesar di dunia yang berada di garis ekuator.

“Kami sangat terbuka lebar terhadap saran dan ide untuk revisi dari Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) mengenai geopark tersebut,” ucap Sofyan Pulo’o selaku Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo

sumber: GNFI

read more