close

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Kopi, Kesibukan dan Kesepian

Oleh: Alifah Aulia Magfirah

Sejarah kopi bermula dari Ethiopia pada awal abad ke-9. Namun, budidaya dan perdagangan kopi baru mulai popular pada abad ke-15 di Yaman. Kopi mencapai Eropa pada abad Ke-17. Kemudian Indonesia menjadi bagian yang memiliki andil besar dalam sejarah dan penyebaran kopi di dunia setelah berada di bawah jajahan Belanda. Kopi punya 3 jenis yang dikenal dunia, yaitu Arabika, Rousta, dan Liberika, yang terbagi atas beragam jenis sesuai daerahnya. Budaya minum kopi mulai berkembang, da nada tiga gelombang yang menunjukkan minuman kopi yang popular di dunia. Pada sebuah artikel Wrecking Ball Coffee Roasters tahun 2002, Trish Rothgeb mendefinisikan ada tiga pergerakan dalam dunia kopi. Di antaranya adalah First Wave Coffee yakni era yang memusatkan inovasi kemasan dan kepraktisan penyajian, yaitu kopi instan. Kemudian Second Wave Coffee merupakan gelombang kritik terhadap kopi instan pada gelombang pertama. Muncul pula sajian minuman kopi yang baru dan Coffee Shop. Selanjutnya adalah Third Wave Coffee, yaitu era tertariknya para peminum kopi terhadap perjalanan kopi sejak dipanen hingga tersaji menjadi sebuah minuman. Orang mulai merasa bahwa kopi memiliki Cultural Experience yang panjang dan sarat makna.

Itulah sebagian dari kisah sejarah kopi di dunia dan Indonesia. Indonesia pun dikenal sebagai daerah dengan penghasil kopi terkaya. Indonesia dengan berbagai perbedaan dan kekayaan daerahnya, mampu melahirkan berbagai macam kopi dengan ciri khas masing-masing daerah panennya. Begitulah kopi dipandang secara edukasi dan history. Pada pembahasan ini bukanlah tentang hal-hal tadi, yang terlalu formal di pikiran. Pertanyaannya adalah bagaimana kopi bagi para penikmat? Jiwa kopi bagi setiap penyesapnya berbeda-beda dan beragam pula maknanya. Kopi bisa jadi kawan sibuk, bisa pula jadi kawan sepi.

Kesibukan dan sebuah sepi adalah dua hal yang berlawanan bagi sebagian orang. Lawan dari sepi adalah adanya sibuk. Padahal tanpa disadari bahwa kadang sepi pun memiliki sibuk, dan tidak selamanya sebuah sibuk tidak secara sepi. Ada banyak orang yang suka meyibukkan dirinya dalam sepi. Sibuk menyelesaikan tugas kantor, tugas kuliah/sekolah, tugas pribadi bahkan seperti menjemput pagi, merindu, dan jatuh cinta. Sibuk adalah definisi yang universal dan tidak bisa dimaknai hanya sebatas pada pekerjaan yang melibatkan fisik.

Pada bagian ini, kopi selalu jadi pasangan menghadapi segala hal. Menemani para individu yang sendu dalam sepi, atau juga sibuk. Kopi menjadi satu bersama sepi, penyesap kopi memberi penguatan bahwa di mana ada sepi, pasti ada kopi. Begitupun sebaliknya. Sepi itu teman sunyi da sunyi itu teman kopi.

Sepi atau sibuk di dalam sepi mengundang banyak sendu yang tertinggal di bibir gelas kopi. Kita suka menakar rindu, dan imajinasi, lalu menghitung waktu tanpa sadar sudah menyesap kopi bergelas-gelas. Tapi kita lupa bahwa kopi butuh ruang sendiri di hati setiap yang mencintainya. Bahwa kopi butuh kita memerlukannya tanpa harus dengan sepi atau sibuk. Bahkan beberapa orang suka membunuh diri dengan kopi saat patah hati. Menjemput ajal dan mati dengan bergelas-gelas kopi, seakan kopi adalah pembunuh terbaik saat jatuh cinta tidak terselamatkan, saat rindu tidak terbalaskan.

Kopi, sepi, dan sibuk adalah kawan, dan itu benar. Tapi mengubah pola pikir bahwa kopi pun bisa jadi bagian dari bahagia adalah hal yang tidak salah juga. Berhenti berdelusi dan berhalusinasi jika sedang mencium bibir gelas kopi. Cobalah tumbuh dalam realita dan realistis bahwa kita sedang minum kopi, dan hiduplah dalam daya dan pemikiran pada rasa dari kopi. Kalau tidak mampu, bacalah saja sejarah kopi. Setidaknya ada hal formal dan sedikit waras dalam pikiran kita tentang kopi. Berkawan dengan sepi dan sibuk bersama kopi itu hak individu. Tapi berkawin dengan kopi bersama bahagia juga tidak salah untuk jadi bagian dari diri setiap individu.

read more
Pilihan Editor

Teruslah Berbagi Positif Untuk Gorontalo, Raih iPhone 6s

Saat ini kegiatan pariwisata semakin berkembang pesat di dunia. Penatnya hidup oleh pekerjaan membuat manusia kini semakin membutuhkan wisata sebagai sarana melepas lelah.

Pariwisata memiliki dampak positif dan negatif bagi suatu daerah. Pariwisata kini sudah menjadi sebuah industri dan memiliki dampak yang signifikan bagi negara.  Bahkan ada sebuah daerah atau negara yang sangat bergantung dari kegiatan pariwisata seperti Bali.

Nah, Gorontalo pun juga begitu. Di Gorontalo sendiri, meskipun terbilang daerah baru di Indonesia, ternyata menyimpan sejuta pesona dan keindahan tersendiri dalam bidang kepariwisataannya.

Berangkat dari hal tersebut, Gorontalo Unite ingin mengapresiasi netizen dalam upaya menyebarkan hal-hal positif terkait pesona keindahan Gorontalo tersebut. Baik itu tentang pariwisatanya, adat dan budayanya, kearifan lokalnya, pembangunannya hingga hal-hal lainnya.

Netizen bebas mengupload beragam karyanya, baik dalam bentuk tulisan, foto maupun video, yang juga ditandai dan dimention ke Gorontalo Unite. syaratnya sederhana, teruslah menggali dan menyebarkan hal-hal positif tersebut.

Sebagai bentuk apresiasi tersebut, Gorontalo Unite ingin menghadiahkan 1 unit iPhone 6 S dengan kapasitas 32 GB bagi netizen yang banyak menyerbarkan hal positif tersebut. Kami undi secara terbuka, dan berdasarkan penilaian netizen sendiri. Syaratnya apalagi? Ya, mengirimkan foto secara berkala dengan hastag #BerbagiPositifUntukGorontalo dan apabila dalam jangka waktu 3 bulan memenuhi kuota, maka kami akan menghadiahkan kepada pemenang. (45 foto diposting Gorontalo Unite secara berkala selama 3 bulan, maka pemilik foto jadi pemenangnya)

Bagi yang tidak terpilih, jangan dulu berkecil hati. Ada 30 T-Shirt Gorontalo Unite yang kami sudah siapkan. Semua hal ini kami lakukan sebagai bentuk apresiasi kepada netizen yang ingin mempr0mosikan Gorontalo secara sukarela.

read more
Pilihan Editor

UNG Segera Miliki Fakultas Kedokteran

Setelah menunggu waktu sekitar 7 tahun, akhirnya Universitas Negeri Gorontalo memiliki Fakultas Kedokteran.

Kepastian akan adanya Fakultas Kedokteran UNG terungkap pada saat Rektor UNG, Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim bersama Bupati Bone Bolango, Hamim Pou menerima kunjungan tim visitasi dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Fakultas ini sangat dibutuhkan masyarakat karena banyaknya masalah kesehatan akan mendukung kualitas layanan masyarakat. Kebutuhan tenaga teknis di bidang layanan kesehatan yang selama ini dianggap kurang maksimal akan terbatu dengan hadirnya fakultas ini

read more
Pilihan Editor

Ketika Menara Keagungan Limboto Menyerupai Eiffel Tower

Jalan-jalan ke Limboto, sempatkan waktu mampir di Menara Keagungan Limboto yang semenjak tahun 2015 oleh Bupati Gorontalo, David Bobihoe diganti namanya menjadi Pakaya Tower

Nama Pakaya sendiri diambil dari nama Bupati Gorontalo yang membangun menara setinggi 65 meter, Achmad Hoesa Pakaya pada tahun 2002 dan diresmikan pada tahun 2003 oleh Wakil Presiden RI saat itu, Hamzah Haz.


This tower was built 2001, it is located in Limboto, the capital of Gorontalo Regency. This tower is named Keagungan Tower (The Great Tower) and it is one of the prides of  Gorontalo people. Many tourist visit here to enjoy this magnificent tower. You can meet friendly local people here and enjoy the perfect blend of experienced and relaxation. the Keagungan Tower has 5 (five) floors. You can reach the top of this tower by lift to enjoy the Limboto Lake scenery and views of Gorontalo. A modern and comfortable auditorium is a available on the first floor, for meeting and show purpose

Menara Keagungan Limboto dipasangi Lampu LED

Panasonic Gobel Indonesia menambah keindahan Menara Keagungan Limboto dengan pemasangan lampu LED. Pemasangan LED tersebut diresmikan langsung oleh President Commissioner PT. Panasonic Gobel Indonesia Rahmat Gobel pada malam tahun baru, 1 Januari 2018.

“Objek wisata potensial ini yang kemudian harus kita pelihara agar sektor pariwisata di Gorontalo dapat lebih mendunia. Dilengkapi Lampu LED dari Panasonic, Menara Keagungan Limboto akan semakin indah dan diharapkan mampu menarik kembali wisatawan dari dalam dan luar negeri dan meningkatkan perekonomian masyarakat kecil,” 

Rachmad Gobel
read more
Pilihan Editor

Patriot Udara Dari Serambi Madinah, Djalaludin Tantu


Kalau mau tau seperti apa ganteng dan pemberaninya orang Gorontalo, lihat saja Djalaludin Tantu. 

Kisah Tragis Hercules T-1307 dalam Dwikora

Pada saat melaksanakan operasi Antasari tanggal 2 September 1964, tiga pesawat angkut C-130 Hercules membawa satu kompi pasukan PGT yang dipimpin oleh Kapten Udara Suroso. Dalam pesawat Hercules dengan nomor ekor T-1307 yang diterbangkan Pilot Mayor Pnb Djalaluddin Tantu, ikut serta seorang perwira menengah pimpinan PGT Letkol Udara Sugiri Sukani, yang ikut sekalian untuk memberi semangat kepada pasukannya.

Hercules Tipe B tersebut diterbangkan oleh Mayor Pnb Djalaluddin Tantu berserta ko-pilot Kapten Pnb Alboin Hutabarat membawa delapan awak pesawat dan 47 personil PGT yang dipimpin Kapten Udara Suroso, untuk diterjunkan di daerah operasi Kalimantan Utara. Namun dari tiga pesawat Hercules, hanya dua pesawat yang kembali ke Halim Perdanakusuma. Satu akhirnya dinyatakan hilang bersama 55 orang yang ada didalamnya, yaitu T-1307 C-130B Hercules. Selama operasi Dwikora, pasukan PGT merupakan pasukan payung yang telah di terjunkan ke wilayah konfrontasi dengan kehilangan 83 orang anggotanya. Nama Sugiri Sukani akhirnya dinyatakan hilang dalam tugas dan di abadikan sebagai nama Pangkalan Udara di Jatiwangi, Majalengka dan Suroso menjadi nama lapangan bola di kompleks Dwikora, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

PS :
Menurut salah satu sumber yang belum bisa dikonfirmasi, pesawat tersebut jatuh ditembak oleh pesawat Gloster Javelin RAF (AU Inggris) yg mendukung pasukan Federasi Malaysia di front Borneo Utara. Informasi ini masih disangkal oleh pihak RAF sampai saat ini, karena secara resmi RAF dan Angkatan Bersenjata Inggris tidak terlibat dalam konflik ini, meskipun ada laporan intelijen bahwa pesawat Gloster Javelin tsb mendarat di pangkalan AU Kuching dengan 1 rudal Firestreak-nya tidak ada lagi di tempatnya di sayap.

read more
Pilihan Editor

Tech In Asia Gorontalo Gelar Temu Founder

Melalui inisiatif program TIA City Chapter-nya, Tech In Asia mencoba menghadirkan sebuah misi untuk melayani ekosistem startup di Asia. Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa City Chapter Tech In Asia diluar ibukota Jakarta.

Sehingga hal seperti ini mendorong berbagai penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan startup yang ada di daerah. Misalnya di Gorontalo.

TIA City Chapter Gorontalo sendiri sudah melakukan sebanyak 2 kali kegiatan yang melibatkan para pelaku industri kreatif ini. Dan yang terakhir dilakukan Senin (20/8) malam kemarin di salah satu cafe di Kota Gorontalo.

Dengan mengambil tema Founder Meetup, TIA City Chapter Gorontalo menghadirkan beberapa keynote speaker seperti Veronika Tamponganoy (Co Founder Carelaig), Mohammad Idrak Olii (Founder Wolo Game Development), dan Steven Polapa (Co Founder sekaligus inisiator Gorontalo Unite).

Selain ketiga keynote speaker tersebut, hadir beberapa peserta lainnya yang berkecimpung di bidang startup di Gorontalo. Rian Husain (CEO Saronde Tech), Irfan Mahmud (CTO Tatiye Group), Eko Nasaru (Captain Leader Tech In Asia Chapter Gorontalo yang juga diawal bulan Agustus meluncurkan aplikasi khusus untuk relawan donor darah, Blod.Id), kemudian hadir juga Eza dari Ammaz, sebuah platform yang bergerak dibidang jasa yang aplikasi mobilenya sudah bisa diunduh di Play Store).

Veronica Tamponganoy, yang menjadi keynote speaker pertama sedikit menguraikan tentang Carelaig, sebuah startup yang bergerak dalam bidang pengorganisasian relawan, donasi, hingga layanan untuk mendanai project dari komunitas. Lewat websitenya www.carelaig.com, setiap pengunjung dapat melihat campaign yang disajikan. Misalnya pengumpulan buku bacaan bagi siswa pesisir, kita bisa langsung melakukan donasi sebanyak apa yang kita inginkan.

“Pertanggung jawaban kita jelas. Berapa donasi yang terkumpul, secara otomatis dia akan ditampilkan di halaman campaign. Jadi donatur bisa memotir sudah sejauh mana program tersebut berjalan” ujar Vero seraya mengungkapkan bahwa aplikasi mobile Blod.Id juga lahir dengan sistem bootstrap melalui carelaig.

Sementara itu, Mohammad Idrak Olii yang biasa disapa Omi ini yang memiliki beberapa startup seperti Deezkon, Anamuda.com, Game Wolo, menjadi keynote speaker berikutnya.

Omi banyak mengulas bagaimana startupnya dalam hal mencari pendanaan. Karena startup merupakan pola bisnis yang baru, sehingga untuk meyakinkan investor butuh sesuatu yang matang.

“Kita pernah bertemu dengan investor dari Jakarta, dari Bali, dan bahkan juga dari Swedia dan Filipina. Dalam hal seperti ini, bagaimana cara kita sendiri dalam meyakinkan mereka tentang ide ini” ujar Omi.

Omi juga memberikan beberapa tipsnya, tentang bagaimana memulai hingga menjalankan bisnis startup. “Jika kita tidak bisa bertahan dengan berbagai tantangan yang ada, atau takut terlebih dahulu sebelum memulai, tentu hal ini tidak bisa menambah kita pengalaman” lanjut Omi

Startup memang merupakan pola bisnis yang baru dalam bidang teknologi. Ada banyak yang sukses dalam menjalankannya, dan tidak sedikit juga yang gagal.

“startup itu solusi dari masalah yang ada. kita pecahkan lewat teknologi, yang bisa membantu atau meringankan beban kerja” ungkap Steven Polapa, Co Founder Gorontalo Unite.

“Kita Gorontalo Unite bergerak dalam hal media. Kita memiliki beragam database komunitas, UMKM, sama hal-hal yang mendukung lainnya. Kita banyak fokus pada event-event komunitas, pada destinasi-destinasi wisata di Gorontalo, hingga budaya & adat istiadatnya dan kuliner. Karena kita bergerak melalui sosial media, jadi murah” ungkapnya.

Gorontalo Unite sendiri sudah mengembangkan rencana kedepannya dengan menghadirkan layanan aplikasi berbasis mobile tentang hal-hal yang dibutuhkan kaum milenial di Gorontalo.

“Kita fokus ke Gorontalo dulu. Untuk mengembangkan sampai tingkat regional maupun nasional belum sih. Tapi sudah ada gambaran tentang itu. Karena kalo cuma Gorontalo saja, dengan jumlah penduduknya yang hanya sejutaan, sedikit memang. Kita lihat saja nanti” jawabnya

Gorontalo Unite sampai saat ini tetap fokus pada tujuan awal dibentuk 8 tahun silam dengan 7 karyawannya. Mengabarkan semua kabar bahagia dari Gorontalo dan menjadi forum digital tersendiri. Wisata, kuliner, event komunitas, budaya dan adat istiadat masih menjadi pilihan penyajian informasi. Berbeda dengan media-media mainstream lainnya.

read more