Kawasan blokplan perkantoran Pemprov Gorontalo di Desa Ayula Tinelo, Bone Bolango, berubah menjadi galeri cahaya raksasa dengan kurang lebih 6.000 lampu botol Tumbilotohe yang terbentang dari gerbang masuk hingga lapangan utama. Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Sultan Kalupe menjelaskan bahwa instalasi ini disiapkan khusus untuk menyemarakkan tradisi malam pasang lampu tahun ini. Gubernur Gusnar Ismail yang hadir bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah RH dan Kepala BI Gorontalo Bambang Permana menegaskan bahwa Tumbilotohe bukan sekadar seremoni visual, melainkan pengingat syariah untuk menunaikan zakat fitrah sebelum merayakan Idulfitri.

Tradisi yang berlangsung pada malam ke-27 Ramadan ini memiliki akar sejarah panjang di Gorontalo, di mana lampu dulunya berbahan bakar daun damar sebelum bertransformasi menggunakan minyak tanah dan listrik. Gusnar menekankan pentingnya melestarikan tradisi ini agar tetap diingat dan dilaksanakan generasi mendatang, sekaligus menjadikannya daya tarik wisata yang memperkuat rasa kebersamaan jelang hari raya. Di Kota Gorontalo, pelaksanaan Tumbilotohe dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja dengan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel menyulut perdana pemasangan lampu. Adhan menyebut kegiatan ini sebagai syiar agama dan wisata religi yang layak diapresiasi.

Sinkronisasi pelaksanaan Tumbilotohe di level provinsi dan kota menunjukkan koordinasi budaya yang solid antar-pemerintahan daerah. Setiap wilayah menyelenggarakan festival secara serentak namun dengan karakteristik lokasi masing-masing, menciptakan efek kemeriahan yang merata. Latar desain Islamic Center Gorontalo di blokplan memberikan konteks arsitektural yang memperkaya pengalaman visual pengunjung. Ribuan masyarakat luas memadati kedua lokasi, membuktikan bahwa tradisi turun-temurun ini masih memiliki magnet kuat di era digital. Partisipasi aktif warga bukan karena instruksi atasan, melainkan karena ikatan emosional dengan warisan leluhur.

Transformasi bahan bakar lampu dari damar ke listrik mencerminkan kemampuan tradisi Gorontalo beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan esensinya. Enam ribu lampu botol di blokplan adalah simbol kontinuitas yang menghubungkan masa lalu agraris dengan masa kini birokratis. Ketika gubernur mengingatkan makna syariah di tengah gemerlap lampu, pesan yang tersampaikan adalah bahwa keindahan visual Tumbilotohe harus selalu bermuara pada kesalehan sosial melalui zakat. Festival ini bukan tontonan semata, melainkan ritual kolektif yang membersihkan harta dan menerangi jalan spiritual umat menuju hari kemenangan.

Tumbilotohe GorontaloGusnar IsmailBlokplan Bone BolangoSultan KalupeAdhan DambeaTradisi RamadanZakat FitrahWisata Religi
FacebookThreadsWhatsAppX
2 min read