Bayangkan mencicipi ratusan ribu kue tradisional gratis sambil merayakan hari suci di tengah keramaian festival yang penuh kehangatan. Masyarakat Kelurahan Dembe I, Kota Barat, Kota Gorontalo, kembali menggelar Festival Apangi bertepatan dengan Hari Asyura 10 Muharram, menyajikan kue serabe berbahan tepung beras dan santan yang disantap dengan cocolan gula merah cair. Tradisi yang bermula dari kebiasaan mengantarkan buka puasa ke masjid ini kini berkembang menjadi festival tahunan yang tahun lalu menyajikan 100 ribu kue dan bahkan menampilkan apangi raksasa berdiameter satu meter.
Di balik rasa legitnya, apangi menyimpan filosofi mendalam: warna putih melambangkan kesucian, sementara merah gula merah menyimbolkan keberanian dan pengorbanan. Festival yang digelar swadaya oleh warga bersama kelurahan, LPM, Karang Taruna, dan PKK ini menjadi bukti bahwa tradisi bisa lestari tanpa kehilangan makna aslinya. Pengunjung dapat menikmati sajian ini secara gratis sebagai bentuk berbagi rezeki di bulan mulia. Bagi yang penasaran, kurang dari sembilan hari lagi pintu Dembe I terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin merasakan manisnya kebersamaan dan kekayaan budaya lokal yang masih terjaga autentisitasnya.

