fbpx

Founder Startup Meetup di Gorontalo bersama Tech In Asia

Melalui inisiatif program TIA City Chapter-nya, Tech In Asia mencoba menghadirkan sebuah misi untuk melayani ekosistem startup di Asia. Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa City Chapter Tech In Asia diluar ibukota Jakarta.

Sehingga hal seperti ini mendorong berbagai penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan startup yang ada di daerah. Misalnya di Gorontalo.

TIA City Chapter Gorontalo sendiri sudah melakukan sebanyak 2 kali kegiatan yang melibatkan para pelaku industri kreatif ini. Dan yang terakhir dilakukan Senin (20/8) malam kemarin di salah satu cafe di Kota Gorontalo.

Dengan mengambil tema Founder Meetup, TIA City Chapter Gorontalo menghadirkan beberapa keynote speaker seperti Veronika Tamponganoy (Co Founder Carelaig), Mohammad Idrak Olii (Founder Wolo Game Development), dan Steven Polapa (Co Founder sekaligus inisiator Gorontalo Unite).

Steven Polapa (Co Founder Gorontalo Unite), Veronica Tamponganoy (Co Founder Carelaig), Omi Olii (Founder Wolo)

Selain ketiga keynote speaker tersebut, hadir beberapa peserta lainnya yang berkecimpung di bidang startup di Gorontalo. Rian Husain (CEO Saronde Tech), Irfan Mahmud (CTO Tatiye Group), Eko Nasaru (Chapter Leader Tech In Asia Chapter Gorontalo yang juga diawal bulan Agustus meluncurkan aplikasi khusus untuk relawan donor darah, Blod.Id), kemudian hadir juga Eza dari Ammaz, sebuah platform yang bergerak dibidang jasa yang aplikasi mobilenya sudah bisa diunduh di Play Store).

Veronica Tamponganoy, yang menjadi keynote speaker pertama sedikit menguraikan tentang Carelaig, sebuah startup yang bergerak dalam bidang pengorganisasian relawan, donasi, hingga layanan untuk mendanai project dari komunitas. Lewat websitenya www.carelaig.com, setiap pengunjung dapat melihat campaign yang disajikan. Misalnya pengumpulan buku bacaan bagi siswa pesisir, kita bisa langsung melakukan donasi sebanyak apa yang kita inginkan.

“Pertanggung jawaban kita jelas. Berapa donasi yang terkumpul, secara otomatis dia akan ditampilkan di halaman campaign. Jadi donatur bisa memotir sudah sejauh mana program tersebut berjalan” ujar Vero seraya mengungkapkan bahwa aplikasi mobile Blod.Id juga lahir dengan sistem bootstrap melalui carelaig.

Sementara itu, Mohammad Idrak Olii yang biasa disapa Omi ini yang memiliki beberapa startup seperti Deezkon, Anamuda.com, Game Wolo, menjadi keynote speaker berikutnya.

Omi Olii – Co Founder Wolo

Omi banyak mengulas bagaimana startupnya dalam hal mencari pendanaan. Karena startup merupakan pola bisnis yang baru, sehingga untuk meyakinkan investor butuh sesuatu yang matang.

“Kita pernah bertemu dengan investor dari Jakarta, dari Bali, dan bahkan juga dari Swedia dan Filipina. Dalam hal seperti ini, bagaimana cara kita sendiri dalam meyakinkan mereka tentang ide ini” ujar Omi.

Omi juga memberikan beberapa tipsnya, tentang bagaimana memulai hingga menjalankan bisnis startup. “Jika kita tidak bisa bertahan dengan berbagai tantangan yang ada, atau takut terlebih dahulu sebelum memulai, tentu hal ini tidak bisa menambah kita pengalaman” lanjut Omi

Startup memang merupakan pola bisnis yang baru dalam bidang teknologi. Ada banyak yang sukses dalam menjalankannya, dan tidak sedikit juga yang gagal.

“startup itu solusi dari masalah yang ada. kita pecahkan lewat teknologi, yang bisa membantu atau meringankan beban kerja” ungkap Steven Polapa, Co Founder Gorontalo Unite.

Steven Polapa – Co Founder Gorontalo Unite

“Kita Gorontalo Unite bergerak dalam hal media. Kita memiliki beragam database komunitas, UMKM, sama hal-hal yang mendukung lainnya. Kita banyak fokus pada event-event komunitas, pada destinasi-destinasi wisata di Gorontalo, hingga budaya & adat istiadatnya dan kuliner. Karena kita bergerak melalui sosial media, jadi murah” ungkapnya.

Gorontalo Unite sendiri sudah mengembangkan rencana kedepannya dengan menghadirkan layanan aplikasi berbasis mobile tentang hal-hal yang dibutuhkan kaum milenial di Gorontalo.

“Kita fokus ke Gorontalo dulu. Untuk mengembangkan sampai tingkat regional maupun nasional belum sih. Tapi sudah ada gambaran tentang itu. Karena kalo cuma Gorontalo saja, dengan jumlah penduduknya yang hanya sejutaan, sedikit memang. Kita lihat saja nanti” jawabnya

Steven Polapa – Co Founder Gorontalo Unite

Gorontalo Unite sampai saat ini tetap fokus pada tujuan awal dibentuk 8 tahun silam dengan 7 karyawannya. Mengabarkan semua kabar bahagia dari Gorontalo dan menjadi forum digital tersendiri. Wisata, kuliner, event komunitas, budaya dan adat istiadat masih menjadi pilihan penyajian informasi. Berbeda dengan media-media mainstream lainnya.

Untuk mengetahui secara jelas dan detail tentang Tech in Asia, klik disini

Penulis: Vendy Mile

Foto: Vendy Mile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *