Jelang malam Tumbilotohe, lapak lampu botol dadakan mulai bermunculan di berbagai sudut Gorontalo, termasuk di Jalan Sam Ratulangi, Limba U2. Para pedagang musiman ini menawarkan lampu botol siap pakai dengan harga yang sangat bersahabat, cuma seribu rupiah per buah. Kalau beli banyak, kamu bahkan bisa dapat diskon plus bonus botol tambahan.

Maryam, pedagang yang sudah 16 tahun berjualan bersama orang tuanya, menceritakan proses di balik lapaknya. Ia rutin mengelilingi pusat kota mencari botol bekas minuman untuk diolah jadi lampu. “Sudah seminggu berjualan, ratusan lampu botol terjual dengan harga terjangkau. Per botolnya dijual seribu, tapi kalau beli lebih akan dikasih diskon dan bonus,” ujarnya. Selain lampu, ia juga menyediakan minyak tanah seharga Rp 20-35 ribu per botol.

Hasilnya lumayan buat tambahan belanja Lebaran. “Alhamdulillah, penjualan tahun ini tak jauh berbeda dengan tahun kemarin. Setiap hari bisa meraup keuntungan Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu, cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan Idulfitri,” ungkap Maryam. Senada dengannya, Hasna Ali, pedagang di Telaga, menyebut penjualan tahun ini cukup ramai dan terus meningkat sejak awal Ramadan.

Selain lampu botol, para pedagang juga menyediakan sumbu, minyak tanah, dan hiasan lampu lengkap. Antusiasme masyarakat menyambut Tumbilotohe membuat lapak-lapak ini selalu hidup dari pagi hingga malam. Tradisi pasang lampu bukan cuma soal cahaya, tapi juga menggerakkan ekonomi kecil yang ikut merayap naik jelang hari raya

#Tumbilotohe2025 #LampuBotol #UMKMGorontalo #TradisiLokal #RamadanGorontalo
FacebookThreadsWhatsAppX
2 min read