Di tengah wacana mengenai kedudukan Polri dalam struktur kementerian, Lembaga Adat Kota Gorontalo menyampaikan sikap jelas berupa dukungan penuh kepada institusi kepolisian di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia. Ketua Lembaga Adat Drs. Abdullah Paneo menekankan bahwa netralitas Polri sangat penting dalam menangani berbagai masalah di tingkat nasional, dan dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar fungsi keamanan dan ketertiban berjalan efektif.
“Kami percaya bahwa dengan sinergi yang baik, semua permasalahan yang ada dapat diatasi dengan lebih baik,” ungkapnya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga adat dan Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Sinergi tersebut dipandang sebagai kunci stabilitas sosial yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Dukungan dari lembaga adat bukan sekadar formalitas, melainkan pengakuan terhadap peran vital Polri dalam menjaga tatanan masyarakat. Netralitas yang dimaksud adalah kemampuan institusi bertindak profesional tanpa intervensi kepentingan politik atau golongan tertentu, sehingga kepercayaan publik tetap terjaga.
Pernyataan Drs. Abdullah Paneo juga mencerminkan keinginan agar hubungan antara adat dan kepolisian tetap konstruktif. Dalam ekosistem sosial Gorontalo, lembaga adat dan Polri merupakan dua pilar yang saling melengkapi. Ketika keduanya bersinergi dengan landasan netralitas dan profesionalisme, tercipta fondasi keamanan yang kokoh bagi seluruh lapisan masyarakat.

