Malam Qunut di Gorontalo

Ada yang unik di Gorontalo, ketika menyambut tibanya pertengahan bulan Ramadhan. Ribuan warga akan bisa dilihat di lapangan Batudaa dan lapangan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo untuk merayakan malam Qunut. Bagi masyarakat Batudaa dan Tabongo, malam Qunut adalah tradisi pada setiap pertengahan bulan Ramadhan. Acaranya pun unik, masyarakat ramai-ramai makan pisang dan kacang.

Berbagai macam kisah tentang tradisi Malam Qunut yang kini beredar, dikatakan bahwa tradisi Malam Qunut yang diselenggarakan setiap pertengahan Ramadhan itu merupakan suatu tradisi yang telah ada dari zaman leluhur kita,, yang saat ini ritualnya berupa pasar malam yang penjualnya hanya menyediakan kacang dan pisang, hal itu dimanfaatkan oleh para anak muda dengan mendatangi calon mertua sambil makan kacang dan pisang bercengkrama di teras rumah..

Kisah sebenarnya tidak hanya itu saja.

Tradisi Malam Qunut sudah ada dari zaman leluhur kita, yang merupakan tradisi mandi dosa yang diselenggarakan di Masjid Besar Darussalam Kecamatan Batudaa pada pertengahan malam Ramadhan atau di malam ke-16 bulan Ramadhan berjalan. Disitu ada sumur tua dan kulamu sebagai ritual untuk melakukan mandi dosa. Pada saat itu dipercaya bahwa ritual itu dapat menghapus dosa setiap umat islam. Banyak para pengunjung yang datang dari setiap kecamatan di Gorontalo untuk melakukan ritual. Moment tersebut dipergunakan oleh para penduduk yang bertempat tinggal di pegunungan untuk turun dari pegunungan dan berdagang menjual pisang dan kacang.

Seiring dengan bergulirnya waktu maka ritual tersebut mulai hilang dan yang bertahan sampai sekarang hanyalah para pedagang kacang dan pisang. Hal ini dikarenakan para sesepuh pada saat itu telah wafat dan tidak ada penerusnya dan dengan adanya pergantian zaman serta pendidikan yang tinggi, yang mengatakan bahwa dosa tidak hilang hanya dengan mandi saja.

Sejak tahun 2007 mulailah digelar Perayaan Gebyar Akbar Malam Qunut yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid Besar Darussalam Kecamatan Batudaa. Yang diisi dengan berbagai macam kegiatan, salah satunya adalah Lomba Makan Kacang dan Pisang Tercepat. Perayaan tersebut berlangsung selama 5 hari yang diawali dengan Pasar Malam dilanjutkan dengan Malam Puncak Qunut. Dan perayaan ini pun dilaksanakan setiap tahunnya oleh Remaja Masjid Besar Darussalam Kecamatan Batudaa, sampai dengan sekarang.

Dan sampai saat ini, Tradisi Malam Qunut bukan hanya diselenggarakan di lapangan Batudaa saja, akan tetapi digelar juga di lapangan Tabongo, yang sudah menjadi kecamatan sendiri, mekaran dari Kecamatan Batudaa.

Ramadhan 1439 kali ini, tradisi Malam Qunut sudah dimulai sejak 13 Ramadhan, dan berlangsung selama 5 hari ke depan.

Facebook Comments

Post Author: gorontalounite

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *