Suasana khidmat menyelimuti Rumah Dinas Gubernur Gorontalo pada Rabu malam (11/9/2019) ketika jajaran pejabat, pemangku adat, tokoh agama, dan anak yatim berkumpul untuk mendoakan kepergian BJ Habibie. Wakil Gubernur Idris Rahim memimpin tahlilan dengan suara bergetar, menyampaikan innalillahi atas berpulangnya presiden ke-3 RI yang ia sebut sebagai panutan dan pahlawan bangsa. "Doa kita semua untuk almarhum. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-NYA, diterangi kuburnya dan mendapat syurganya," tandas Idris. Agenda yang semula diniatkan untuk kesembuhan almarhum berubah menjadi doa perpisahan setelah kabar duka datang tepat pukul 18.05 WIB.

Kehadiran anak-anak yatim dalam tahlilan ini menambah dimensi spiritual yang mendalam, menghubungkan doa anak-anak yang tulus dengan kepulangan seorang bapak bangsa. Jajaran Pemprov Gorontalo menunjukkan bahwa duka atas BJ Habibie adalah duka bersama yang melampaui sekat birokrasi. Malam itu, Rudis Gubernur bukan sekadar gedung pemerintahan, tetapi rumah duka bagi seluruh warga Gorontalo yang kehilangan sosok yang telah memberikan begitu banyak arti bagi daerah dan negara. Doa-doa yang dilantunkan menjadi jembatan cinta terakhir dari tanah leluhur sang ayahanda Alwi Habibie.

Tahlilan BJ HabibieWagub Idris RahimDoa BersamaGorontalo BerdukaAnak Yatim
FacebookThreadsWhatsAppX
1 min read