Di Forum Dialog Interaktif, Wagub Ungkap Tantangan dan Pengawasan Ketat Program MBG
Wakil Gubernur Gorontalo yang juga Ketua Satgas MBG bersama Direktur Partisipasi dan Pemberdayaan Masyarakat, BGN Pusat dan Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu saat menjadi narasumber pada Dialog…

Wakil Gubernur Gorontalo yang juga Ketua Satgas MBG bersama Direktur Partisipasi dan Pemberdayaan Masyarakat, BGN Pusat dan Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu saat menjadi narasumber pada Dialog Interaktif Sinergi Ekonomi Kerakyatan dalam Mendukung Program MBG di Gorontalo, Sabtu (25/4/2026). Foto – Nova Diskominfotik. Gorontalo Utara, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengungkapkan berbagai tantangan sekaligus menegaskan komitmen pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Gorontalo. Hal tersebut disampaikan saat dirinya menjadi narasumber pada Dialog Interaktif Sinergi Ekonomi Kerakyatan dalam Mendukung Program MBG, yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau, Kabupaten Gorontalo Utara, Sabtu (25/4/2026). Sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo, Idah menekankan bahwa pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah memang belum merata. Ia menyebutkan, khususnya di Kabupaten Gorontalo Utara, saat ini baru terdapat lima SPPG dan dalam waktu dekat ditargetkan bertambah menjadi delapan, dari total kebutuhan sebanyak 17 dapur. “Ini berarti belum 100 persen pemerataan SPPG dan pemberian MBG di semua sekolah, sehingga kita masih perlu mendorong hadirnya investor untuk mempercepat penyediaan dapur SPPG,” ujarnya. Idah juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan MBG dilakukan secara intensif melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan secara rutin, baik berdasarkan laporan maupun tanpa laporan. Dalam pelaksanaan sidak tersebut, tim yang terdiri dari lintas sektor seperti dinas kesehatan, Badan POM, dinas pangan, TNI/Polri, menemukan sejumlah hal yang menjadi bahan evaluasi, mulai dari proses pengolahan makanan, pencucian wadah, hingga distribusi. Pengawasan juga dilakukan pada malam hari untuk memastikan kesiapan bahan dan proses awal produksi makanan di dapur SPPG. “Kami l


