close
Lifestyle

PERSIGO Gorontalo Kapan Kembali ke Gorontalo?

Polemik statuta PERSIGO Gorontalo yang ‘dirental’ ke Semeru FC Lumajang kembali menjadi pembahasan ditingkatan kelompok-kelompok suporter Persigo di Gorontalo. Mereka mempertanyakan kepastian dan kejelasan akan nasib Persigo.

Persigo Gorontalo yang berlaga di Divisi Utama Indonesia sendiri dilakukan upaya penyelamatan dengan cara merger dengan Semeru FC. Hal ini dilakukan karena pada saat itu, Persigo mengalami krisis keuangan. Untuk menyelamatkan, manajemen Persigo memilih keputusan diatas tersebut.

PERSIGO Gorontalo dulunya merupakan klub yang berlaga di Divisi Utama (kasta ke-2 sepakbola Indonesia), dan untuk menyelamatkan diri setelah mengalami krisis hebat, di mergerlah dengan Semeru FC sekaligus memindahkan homebase ke Lumajang.Draft perjanjiannya menegaskan, "rental" hanya berlaku 1 tahun. Dan apabila PERSIGO Gorontalo degradasi ke Liga 3, maka Semeru FC harus ganti rugi Rp. 1.5 Milyar.Nah, dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama musim kemarin, PERSIGO harus degradasi ke Liga 3.Bagaimana sekarang?

Dikirim oleh Gorontalo Unite pada Sabtu, 23 Februari 2019

 

“Nah, Persigo kan dimerger selama setahun dengan poin-poin perjanjian. Kami tidak mengetahui secara pasti akan perjanjian tersebut, tapi salah satu poinnya adalah jika Persigo Gorontalo degradasi ke liga 3, maka Semeru FC wajib membayar denda sebesar 1.5 milyar” ungkap Erwin Ismail.

Seperti diketahui, pada musim keduanya Persigo Semeru FC harus menelan pil pahit karena harus terdegradasi ke Liga 3. Jelas saja hal ini tidak seperti diinginkan banyak pihak, baik Semeru FC maupun suporter di Gorontalo.

Erwin Ismail juga menekankan akan bagaimana status Persigo kedepannya, dan berharap agar Persigo segera kembali ke Gorontalo meskipun sudah turun kasta, dan meminta manajemen Persigo untuk menyelesaikan segara permasalahan yang ada.

“Sejujurnya, kami juga rindu. Rindu menyaksikan Persigo di kandang sendiri. Sudah sekian tahun tidak pernah menonton langsung di stadion” ujar Erwin Ismail yang juga mengenal dekat manager Semeru FC di Lumajang.

Sementara itu, Aven Hinelo, CEO Persigo mengatakan bahwa, pihaknya siap mengembalikan Persigo Gorontalo ke Gorontalo. Namun, ada satu pertanyaan mendasar. “Jika Persigo sudah di Gorontalo, siapa yang akan mengelola?” tanya Aven.

Pertanyaan tersebut juga menjadi kendala tersendiri, mengingat untuk mengelola sebuah klub profesional membutuhkan dana yang tidak sedikit.

aliansi suporter Persigo

Akan tetapi juga, biaya ganti rugi yang harus disediakan Semeru FC jika Persigo terdegradasi ke Liga 3 sebesar Rp. 1.5 Milyar juga menjadi pertanyaan tersendiri. Kapan Semeru bisa membayarkan ganti rugi tersebut, yang juga akan menjadi modal tersendiri bagi Persigo pada keikutsertaan kompetisi berikutnya.

Tetapi, biaya ganti rugi sebesar 1.5 milyar tersebut akan sulit didapatkan Persigo mengingat Semeru FC sendiri menawarkan banding tersendiri.

“Semeru tidak akan mengganti rugi sebesar pinalti itu, tapi menawarkan kembali untuk mengelola Persigo selama setahun lagi di Liga 3 dan berjanji mempromosikan kembali Persigo ke Divisi Utama” tegas Aven Hinelo

Jika penawaran persetujuan tersebut sudah ditandatangani oleh manajemen Persigo, maka Persigo kembali akan memainkan taga tandangnya di Lumajang dengan pengelolaan secara sepenuhnya oleh Semeru FC. Berarti, Persigo akan berada di Lumajang hingga tahun 2020. Jelas saja hal ini menambah rentang waktu Persigo tidak kembali ke Gorontalo.

Kebuntuan antara pihak suporter dan manajemen Persigo sendiri akan dibahas dalam waktu dekat, untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Kemungkinan akan diselenggarakan pada awal Maret 2019.

Tags : Divisi UtamaGorontaloLiga 3 IndonesiaLumajangPersigo GorontaloSemeru FC

Leave a Response