Pesta Rakyat dan Kegembiraan Petani

 

Untuk pertama kalinya Pesta Seni Pasca Panen akan digelar di Areal Sawah Huntu – Bulango Selatan – Bone Bolango. Lokasi sawah dipilih karena segala aktivitas petani berada di sawah dan diharapkan lebih mendekatkan pengunjung dengan suasana pertanian.

Maa Ledungga menjadi tema yang diangkat untuk membingkai Pesta Seni Pasca Panen Padi kali ini. Maa Ledungga adalah bahasa Gorontalo yang dapat diterjemahkan sebagai “Sudah Datang” atau “Telah Tiba” hal tersebut merujuk ke datangnya musim panen padi yang selalu ditunggu para petani dalam kurun waktu 3 – 4 bulan lamanya.

Sejak masa pembenihan padi para Petani memilah dan memilih bibit terbaik juga menghitung hari & jam paling baik menghambur benih (Mo Mulayadu). Benih-benih tersebut sebelumnya dicampur dan direndam bersama beberapa ramuan “pestisida” alami tradisional Gorontalo sebagai anti hama. Prosesi mo mulayadu ditandai dengan Doa Syukuran dan makan bersama petani, biasanya menu yang dihidangkan berupa Nasi Kuning, tiliaya, telur & ayam sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan. Setelah 21 hari masa persemaian bibit saatnya memasuki masa penanaman padi di tanah yang terlebih dahulu diolah dengan membajak sawah hingga siap tanam, biasanya dilakukan oleh kelompok petani. Selanjutnya perawatan lahan, pengairan, pencegahan hama dan penyakit, masa reproduksi, penyiasatan cuaca, hingga pemanenan.

Proses panjang tersebut akan menemui puncak saat panen ketika petani menanti dan bersuka cita memetik hasil dari usaha & kerjakeras, serta do’a dari keluarganya. Suka cita petani tersebut kadang tertunda dengan antrian padi di gilingan beras, tengkulak dan dari hutang obat hama yang dijajakan sejak masa perawatan.

Kegembiraan memanen padi itu milik siapa saja, wajib dibagi dan dirayakan bersama, walaupun secara sederhana dan apa adanya. Huntu Art Distrik (Hartdisk) bersama Perupa Gorontalo, Gurat Institute, & Remaja Muda Huntu Selatan menginisiasi Pesta Seni Pasca Panen Padi sebagai bentuk rasa syukur warga atas panen padi dan dilakukan dengan sistem swadaya.

Pendanaannya sebagian besar dari hasil penjualan Kaos Hulondalo Lipu’u, Gantungan Kunci Maa Ledungga, Papan Quote, Keripik Pisang Goroho dan Kas Hartdisk.
Kegiatan ini rencana akan berlangsung mulai tanggal 10 – 12 Mei 2018, yang berupa:

  1. SENI INSTALASI BAMBU & JERAMI, melibatkan Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UNG, Rema Muda Masjid Az’zaahidin, warga dan Tim Hardisk
  2. MELUKIS BERSAMA & Pameran Karya Perupa Gorontalo,
  3. KELAS MELUKIS ANAK-ANAK dari Kecamatan Bulango Selatan dan sekitarnya bersama Pipin Idris & Yayat Gokilz,
  4. PAMERAN FOTO PERTANIAN,
  5. MUSIK TRADISIONAL Gambusi, danadana, maruas,
  6. MUSIK KONTEMPORER, TARIAN PETANI dari ibu-ibu warga sekitar,
  7. PERFORMANCE ART dari Teater PENETI, Anak-anak SDN se-Bulango Selatan,
  8. PUISI & MUSIKALISASI,
  9. MOHUNGGULI bersama ti Pakuni,
  10. PEMUTARAN FILM dokumenter & film pertanian,
  11. PERMAINAN TRADISIONAL ANAK,
  12. PARADE KULINER TRADISIONAL,
  13. PAMERAN PRODUK PERTANIAN,
  14. WORKSHOP KERAJINAN TANGAN dari Lidi Kelapa & Janur.

Pesta Seni ini terbuka untuk dikunjungi, dan diapresiasi oleh siapa saja. Donasi dan partisipasi dapat disalurkan melalui panitia selama bersifat SWADAYA dan tanpa adanya kontraprestasi serta bebas kepentingan partai politik.

Kami juga berharap kepada pengunjung MAA LEDUNGGA tidak membawa makanan dan minuman dalam kemasan plastik yang dapat menimbulkan sampah non-organik di areal sawah pertanian. Mari sama-sama bergembira dengan mengurangi panggunaan sampah plastik.
Terimakasih dukungan dari Perupa Gorontalo, Teater Peneti, Gurat Institute, Riden Baruadi GALLERY, De Gorontalo, Makuta Creative, Kedai Karikatur, Komunitas Untuk Bumi, Kedai Kopi Maksoed, Remamuda Masjid Az’zaahidin, dan Warga Huntu dan Sekitarnya.
Semoga alam & cuaca bersahabat dengan kegembiraan ini.

Salam Petani!

Facebook Comments

Post Author: gorontalounite

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *