Prisilia Putri Naki dari Universitas Bina Mandiri dan Syaiful Sunge resmi dinobatkan sebagai Duta Bahasa Provinsi Gorontalo 2025 pada Jumat (4/7). Keduanya dinilai cakap berbahasa Indonesia sekaligus punya kepedulian nyata terhadap bahasa daerah. Kepala Kantor Bahasa Gorontalo Arie Andrasyah Isa menegaskan bahwa ajang ini bukan seremonial belaka, tapi ikhtiar menyelamatkan bahasa dan sastra daerah yang makin terpinggirkan. “Banyak anak muda saat ini fasih berbahasa asing, tetapi tidak mengenal bahasa ibunya sendiri. Ini ancaman nyata bagi identitas budaya. Duta Bahasa harus menjadi sosok yang menjembatani kecakapan berbahasa dengan komitmen pelestarian,” ujarnya.

Arie menekankan bahwa pelestarian bahasa daerah dan penguatan bahasa Indonesia harus berjalan beriringan sebagai fondasi karakter bangsa yang berdaya saing tanpa kehilangan akar. Pemilihan ini merujuk pada UU Nomor 24 Tahun 2009 dan Perpres Nomor 63 Tahun 2019 tentang kebahasaan. Ia berharap pemenang tidak hanya jadi ikon, tapi aktif menjadi agen literasi di tengah masyarakat. “Kami ingin Duta Bahasa menjadi inspirasi bahwa mencintai bahasa daerah bukan hal kuno, tapi bagian dari jati diri bangsa,” tegasnya.

Bagi generasi muda Gorontalo, kehadiran Prisilia dan Syaiful adalah pengingat bahwa keren itu tidak harus meninggalkan identitas sendiri. Bahasa daerah bukan warisan masa lalu yang usang, tapi aset hidup yang bisa dikemas secara modern dan relevan. Jika kamu merasa terpanggil untuk ikut melestarikan bahasa Gorontalo, mulailah dari hal sederhana: gunakan dalam percakapan sehari-hari, dukung konten kreatif berbahasa daerah, atau ikuti kegiatan literasi yang diadakan Kantor Bahasa. Karena menjaga bahasa berarti menjaga siapa kita sebenarnya

#DutaBahasaGorontalo2025 #Pildubas #KantorBahasaGorontalo #PelestarianBahasa #IdentitasLokal #GenerasiMuda
FacebookThreadsWhatsAppX
2 min read