Janji politik kadang hanya tinggal janji, namun Bupati Boalemo membuktikannya dengan cahaya. Pada malam pertama Tumbilotohe yang bertepatan dengan malam ke-27 Ramadan, Jumat (31/5/2019), Pantai Bolihutuo di Kecamatan Botumoito berubah menjadi lautan cahaya dari satu juta lampu botol tradisional. Pemandangan yang direkam melalui drone menunjukkan pola cahaya yang membentang luas di sepanjang pantai, menciptakan visualisasi tradisi Gorontalo dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pemda Boalemo menyiapkan satu juta lampu botol khusus untuk Festival Tumbilotohe 2019, memenuhi komitmen bupati untuk menghadirkan perayaan yang monumental di objek wisata unggulan daerah. Foto-foto udara yang beredar memperlihatkan bagaimana lampu-lampu minyak kelapa itu ditata membentuk formasi yang harmonis dengan garis pantai, memadukan kesakralan tradisi dengan estetika kontemporer yang layak dibagikan di media sosial. Tradisi yang biasanya tersebar di permukiman warga kini terkonsentrasi dalam satu titik yang menjadi etalase budaya Boalemo bagi pengunjung domestik maupun mancanegara.
Ketika sebuah tradisi lokal dikemas dalam skala masif tanpa kehilangan esensi spiritualnya, hasilnya adalah kebanggaan kolektif yang teramplifikasi. Satu juta lampu botol bukan sekadar angka, melainkan representasi gotong royong ribuan warga yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan. Bagi Boalemo, malam itu membuktikan bahwa warisan leluhur bisa tampil megah di era digital tanpa harus dikorbankan maknanya. Cahaya yang menerangi Pantai Bolihutuo malam itu adalah cahaya identitas yang menolak padam, sekaligus undangan terbuka bagi dunia untuk mengenal kekayaan budaya Gorontalo dari sudut paling indah di pesisir Teluk Tomini.

