Srikandi yang Keluar Dari Zona Nyaman

Perlahan, Sulawesi Tengah berangsur pulih pasca gempa dan tsunami Jumat, 28 September 2018 kemarin. Kita patut mengapresiasi upaya pemulihan, bersama-sama menjadikan Palu bangkit kembali setelah sebelumnya disebut-sebut jadi kota mati.

Gerak cepat pemulihan di Sulteng tentunya melibatkan banyak pihak yang bekerja sesuai tugas dan peranannya masing-masing. TNI menerjunkan 3000 personilnya, dibantu oleh anggota Polri yang jumlahnya mencapai 2000 personil yang merupakan utusan dari berbagai daerah. Kemudian begitu pula halnya dengan tim Basarnas, Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Palang Merah Indonesia, Kementerian Informasi dan Komunikasi, Kementerian Kesehatan, dan pihak-pihak lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Selain itu pula, ada relawan-relawan yang datang dari berbagai penjuru nusantara, tanpa mengenal lelah, semua berjuang bersama-sama memberikan yang terbaik. Melaksanakan tugas tanpa banyak kata, menghadapi segala bentuk komentar karena hanya sekedar wisata selfie di lokasi bencana. Memang, itu yang bisa kita lihat dari apa yang dibagikan, tapi apa yang mereka kerjakan kita tidak pernah tahu. Bisa saja mereka sampai mempertaruhkan segalanya.

Lewat tulisan ini, kami mencoba mengapresiasi beberapa pihak yang terlibat, namun bisa saja tidak terpantau meskipun mereka punya peranan penting lainnya. Ya, kami mencoba mengulas beberapa srikandi-srikandi Gorontalo yang ikut terlibat pada penanganan bencana di Sulawesi Tengah.

Ella Sari, BASARNAS Gorontalo

Gadis manis asal Sunda ini kesehariannya bertugas di Basarnas Gorontalo. Pada saat terjadi gempa dan tsunami di Palu, Ella bertugas mengarahkan tim SAR yang melakukan evakuasi di lokasi bencana, baik menggunakan telepon satelit dan memberikan pointing pada titik-titik bencana.

Tim SAR asal Gorontalo sendiri bertolak menuju Palu, 2 jam setelah tsunami menyapu pantai di Donggala, Palu dan Mamuju menggunakan 2 truk dan 12 personil.

Dian Evelyn Nasiboe, PMI Gorontalo

Dian Evelyn yang merupakan bidan alumni Poltekes Gorontalo juga ikut berangkat menuju Palu bersama rombongan PMI Gorontalo dalam rangka penanganan gempa dan tsunami yang mengerahkan segala kekuatan yang dimiliki baik SDM relawan yang terlatih maupun segala armada pendukung lainnya.

Evelyn yang juga merupakan Nou Provinsi Gorontalo ini menuju Palu dengan penerbangan Wings Air terlihat sedih sesaat sebelum mendarat di Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, Palu. Dari atas pesawat, dia melihat langsung kondisi Kota Palu yang mengalami bencana.

Brigadir Polisi Nofalisyah, Polri, Ajudan Ibu Gubernur

Nofalisyah merupakan anggota Polri yang bertugas di Polda Gorontalo. Akan tetapi, dia bertugas sebagai ajudan Ibu Gubernur Gorontalo. Meskipun begitu, Nofa juga punya jiwa sosial yang tinggi. Dilihat dari kepeduliannya saat berkunjung di posko pengungsian warga Gorontalo di Palu bersama rombongan Gubernur Gorontalo dan unsur Forkopimda dan juga Pangdam XIII Merdeka.

Di foto ini, nampak Brigpol Nofalisyah dan Serda Diva Syahria Putri, yang juga ajudan Ibu Pangdam XIII/Mdk

Laras, KPP Pratama Gorontalo

Namanya Laras, sejak munculnya berita tentang gempa melanda Palu, hatinya bergejolak, dorongan untuk membantu dan menyingsingkan tangan begitu kuat. Jiwa kemanusiaan yang muncul dari Laras membuatnya berinisiatif mengajukan diri untuk menjadi relawan bencana dari KPP Pratama Gorontalo dan akhirnya dipercaya memimpin tim relawan yang membawa bantuan dengan jalur darat dari Gorontalo ke Palu. Selain menjadi pemimpin tim relawan, Laras juga satu-satunya relawan perempuan dari KPP Pratama Gorontalo yang ditugaskan ke Palu. Jalur Trans Sulawesi lintas provinsi ditempuh Laras dan rombongan dengan truk penuh logistik bantuan.

Putri Agistis, RTIK Gorontalo

Lewat website RTIK (Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi) kita bisa mengetahui langsung kondisi di Palu, Donggala, Sigi dan beberapa titik lainnya yang terkena dampak bencana. Bersama timnya, Relawan TIK menginformasikan lokasi-lokasi pengungsian berbasis maps, daftar korban hilang, letak-letak strategis penunjang, jumlah jiwa yang meninggal dunia, sebaran posko-posko pengungsian yang sudah dan belum menerima logistik, daftar rumah sakit yang melakukan pelayanan dan beragam informasi penting.

Akses informasi seputar kondisi terkini yang diperbaharui secara realtime bisa diklik di website #PrayForPalu

Anggi Husain, Psikolog

proses trauma healing, sebagai playtherapy atau dancetherapy (metode pemulihan trauma) merupakan salah salah satu unsur penting bagi para korban bencana. Banyak orang yang ingin mengambil peran ikut membantu.

Misalnya Anggi Husain, gadis asal Gorontalo yang juga Ketua Umum PB Wanita Syarikat Muslimin Indonesia yang ikut berangkat ke lokasi bencana melakukan tugas mulia.

Mungkin, diluar sana ada begitu banyak srikandi-srikandi lainnya asal Gorontalo maupun seluruh penjuru nusantara yang meninggalkan zona nyamannya dan bahu membahu ikut memulihkan Sulawesi Tengah pasca bencana, yang tidak bisa kami uraikan satu persatu.

Semoga jadi amal jariyah dan selalu mendapat berkah dariNya. salam kemanusiaan, kami mengangkat topi sebagai tanda hormat.

Catatan ini masih kurang, kami ingin mengapresiasi semua pihak. Teman-teman jika punya saran dan masukan, toduwolo komentar di bawah

Leave your comment
Comment
Name
Email