Pedagang lampu botol di Kota Gorontalo telah menyiapkan stok dalam jumlah besar menjelang tradisi tumbilotohe. Di pusat penjualan seperti kompleks Pasar Sentral, Jl. Sam Ratulangi, dan perempatan Jl. Jamaludin Malik, rata-rata setiap pedagang menyediakan hingga 15.000 buah lampu botol. Ketersediaan pasokan dipastikan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang merayakan malam pasang lampu.
Harga lampu botol bervariasi tergantung kelengkapan. Botol bekas minuman energi dijual Rp1.000 per buah, sementara paket lengkap dengan sumbu dan anak lampu dibanderol Rp2.500 per unit. Variasi harga memberikan pilihan bagi pembeli sesuai anggaran dan kebutuhan perakitan. Aktivitas jual beli sudah berlangsung sejak pertengahan Ramadan 1440 H, namun permintaan belum mencapai puncaknya.
Hingga hari ke-20 Ramadan pada Minggu, 26 Mei 2019, tingkat penjualan masih relatif rendah. Mei, penjual di Jl. Sam Ratulangi, mencatat baru sekitar 5.000 dari total stoknya yang terjual setelah dua minggu berjualan. Asna, penjual lainnya, melaporkan penjualan sekitar 3.000 buah dari 10.000 stok yang disiapkan, dengan 5.000 unit cadangan masih tersimpan di rumah. Para pedagang berharap permintaan meningkat signifikan mendekati hari pelaksanaan tumbilotohe.
Kondisi pasar menunjukkan bahwa pasokan lampu botol jauh melebihi permintaan saat ini, sehingga risiko kelangkaan menjelang puncak tradisi sangat minim. Pembeli memiliki fleksibilitas waktu untuk membeli tanpa tekanan antrean atau kenaikan harga mendadak. Stok melimpah juga memberi ruang bagi masyarakat untuk memilih kualitas dan kelengkapan lampu sesuai preferensi, memastikan tradisi tumbilotohe tetap dapat dirayakan dengan persiapan yang matang dan terjangkau.

