Apakah perayaan Cap Go Meh tahun ini akan kembali memeriahkan jalanan Gorontalo? Jawaban itu diperoleh umat Tri Dharma melalui ritual sakral Cau Kun Kong Turun yang dilaksanakan di Kelenteng Tulus Harapan Kita, Kecamatan Kota Selatan, pada Jumat (20/2/2026) pukul 09.00 WITA. Prosesi yang dipimpin William Kolina Ceng IT ini menjadi momentum memohon petunjuk dan restu terkait pelaksanaan ritual Cap Go Meh yang direncanakan turun ke jalan.

“Dalam prosesi ini, umat memohon petunjuk dan restu agar perayaan Cap Go Meh dapat dilaksanakan secara terbuka,” ujar William. Hasil persembahyangan memberikan jawaban bahwa ritual tahun ini diperbolehkan turun ke jalan, menjadi dasar bagi panitia untuk mempersiapkan rangkaian perayaan secara maksimal. Umat dijadwalkan kembali melaksanakan persembahyangan pada 23 Februari 2026 malam, sebelum puncak Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 yang menutup rangkaian Tahun Baru Imlek di Gorontalo.

Sepanjang rangkaian kegiatan, umat juga memanjatkan doa bagi perekonomian daerah, hasil panen dan laut yang melimpah, serta kesejahteraan masyarakat Gorontalo secara keseluruhan. Ritual Cau Kun Kong bukan sekadar prosedur administratif spiritual, melainkan mekanisme pengambilan keputusan kolektif yang menghormati tradisi leluhur sekaligus merespons konteks kekinian. Ketika izin turun ke jalan diperoleh melalui prosesi sakral, perayaan Cap Go Meh tidak hanya menjadi tontonan publik, tetapi juga ekspresi iman yang terintegrasi dengan kehidupan sosial. Bagi masyarakat Gorontalo yang majemuk, konfirmasi ini menjadi jaminan bahwa keberagaman budaya tetap dirayakan dengan khidmat, aman, dan penuh makna.

Cap Go Meh GorontaloTri DharmaCau Kun KongKelenteng Tulus Harapan KitaWilliam KolinaImlek 2026ritual tradisionaltoleransi beragama
FacebookThreadsWhatsAppX
2 min read