Tujuh armada kapal penumpang telah disiapkan untuk melayani angkutan laut Lebaran 2019/1440 Hijriah di Provinsi Gorontalo. Lima kapal beroperasi dari Pelabuhan Gorontalo, terdiri dari dua kapal Pelni (KM Tilongkabila dan KM Sangiang) serta tiga kapal perintis (KM Daraki Nusa, KM Sabuk Nusantara 102, dan KM Sabuk Nusantara 59). Dua kapal lainnya, KMP Moinit dan KMP Tuna Tomini, melayani rute dari Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Nganro memastikan ketujuh kapal telah melewati uji petik dan dinyatakan laik laut. Pemeriksaan keselamatan dilakukan sebelum pembukaan posko angkutan laut Lebaran di Pelabuhan Gorontalo pada Selasa, 21 Mei 2019. Jaminan kelaikan kapal menjadi prasyarat mutlak mengingat volume penumpang yang meningkat selama periode mudik.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, selaku pembina apel kesiapan, menekankan pentingnya pelayanan yang aman, lancar, tertib, dan nyaman sesuai slogan “Mudik Bareng Asyik Lancar”. Ia meminta koordinasi intensif antarinstansi agar pelaksanaan mudik laut berjalan tanpa hambatan berarti. Posko angkutan laut Lebaran akan aktif selama satu bulan penuh, dari 21 Mei hingga 21 Juni 2019.

Sebanyak 20 instansi terlibat dalam tim posko, termasuk Kantor Pelabuhan, Kesyahbandaran, BMKG, Basarnas, Pangkalan TNI AL, Kesehatan Pelabuhan, Dinas Perhubungan provinsi dan kabupaten/kota, serta operator PT Pelindo IV dan PT Pelni. Kolaborasi multipihak ditujukan untuk mengantisipasi kondisi cuaca, keselamatan pelayaran, dan kenyamanan penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran di perairan Gorontalo.

mudik lebaran 2019angkutan laut GorontaloKM Tilongkabilakapal perintisPelabuhan GorontaloDishub Gorontaloposko mudikkeselamatan pelayaran
FacebookThreadsWhatsAppX
2 min read