Gelombang kepulangan menjelang Idulfitri mulai terasa di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo sejak Sabtu (14/3), ketika jumlah penumpang KMP Moinit rute Gorontalo-Pagimana melonjak dua kali lipat dari hari biasa. Petugas pelabuhan Novri mencatat kenaikan dari rata-rata 100-200 penumpang menjadi sekitar 400 orang per perjalanan, meski belum mencapai kapasitas maksimal 420 penumpang termasuk kendaraan. Data sementara menunjukkan lebih dari 300 penumpang telah terangkut, menandakan awal puncak arus mudik yang diperkirakan terus meningkat hingga H-1 Lebaran. Peningkatan ini memicu respons operasional cepat dari pengelola pelabuhan dan PT ASDP.
Untuk mengantisipasi lonjakan, extra trip kapal dijadwalkan pada 14, 15, 16, 17 Maret, dilanjutkan 19 Maret serta 23 hingga 27 Maret. Dua kapal beroperasi simultan: KMP Moinit melayani rute Gorontalo-Pagimana pulang pergi, sementara KMP Tuna Tomini menangani rute Gorontalo-Wakai-Ampana. Posko terpadu angkutan Lebaran melibatkan Kepolisian, Dishub, KKP3, dan Lanal TNI AL untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus penumpang. Novri mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri naik di jadwal reguler karena tambahan perjalanan telah disiapkan khusus untuk menyerap kelebihan demand.
Koordinasi lintas instansi di posko terpadu menunjukkan kesiapan sistemik menghadapi tantangan logistik tahunan ini. Kehadiran aparat keamanan dan regulator transportasi di lokasi berfungsi sebagai early warning system terhadap potensi kemacetan, antrean berlebihan, atau insiden keselamatan. Extra trip bukan solusi reaktif, melainkan perencanaan proaktif berdasarkan proyeksi data historis dan real-time monitoring. Ketika kapasitas reguler tidak memadai, fleksibilitas jadwal menjadi katup pengaman yang mencegah penumpukan berbahaya di area pelabuhan. Komunikasi publik yang jelas tentang jadwal tambahan juga mengurangi kecemasan pemudik yang khawatir tertinggal kapal.
Lonjakan penumpang di Pelabuhan Gorontalo mencerminkan dinamika mobilitas masyarakat yang masih sangat bergantung pada transportasi laut untuk konektivitas antar-wilayah. Rute Gorontalo-Pagimana adalah nadi penghubung vital yang menentukan kelancaran silaturahmi Idulfitri bagi ribuan keluarga. Ketika petugas pelabuhan bekerja ekstra dan kapal berlayar lebih sering, yang dipertaruhkan bukan hanya target operasional, tetapi kepercayaan publik terhadap sistem transportasi negara. Keberhasilan mengelola arus mudik di pelabuhan menjadi barometer kesiapan infrastruktur maritim Gorontalo dalam melayani kebutuhan dasar warganya di momen paling emosional sepanjang tahun.
