Atip Latipulhayat, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), berkunjung ke Gorontalo selama dua hari mulai Selasa, 28 April 2026. Salah satu agendanya adalah meresmikan program revitalisasi sekolah di SMP Negeri 3 Telaga, Kabupaten Gorontalo.

Ia tiba dengan pesawat Garuda Indonesia sekitar pukul 12.45 WITA di Bandara Djalaluddin Tantu dan disambut Gubernur Gusnar Ismail bersama jajaran Forkopimda.

Agenda Atip Latipulhayat di Gorontalo

Setelah penyambutan adat, Atip bersama Gubernur dan rombongan menuju SMP Negeri 3 Telaga untuk meresmikan revitalisasi sekolah.

Pada hari kedua, ia dijadwalkan menghadiri Deklarasi Anak Indonesia Hebat di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo. Ia juga akan membina dan berdialog dengan ASN di lingkungan UPT Kemendikdasmen di Gorontalo.

Mopotilolo diawali tari Longgo

Rombongan disambut tari Longgo, tarian perang tradisional Gorontalo yang mengawali prosesi Mopotilolo.

Mopotilolo adalah upacara adat untuk menyambut pejabat tinggi negara yang pertama kali datang ke Gorontalo. Upacara ini dipimpin pemangku adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa, Dewan Adat dari Lima Negeri Adat Gorontalo.

Tahap pertamanya mopodungga lo adati, berupa kata-kata bijak dalam bahasa Gorontalo. Lalu mopodungga lo uyilumo, yakni mempersilakan tamu minum dengan kue tradisional, dilanjutkan doa.

Prosesi diakhiri mongabi, pernyataan resmi tokoh adat bahwa tamu telah mendapat restu berkunjung ke Gorontalo.

Kenapa revitalisasi sekolah penting

Revitalisasi sekolah berarti perbaikan dan peningkatan fasilitas belajar, seperti ruang kelas dan sarana pendukung. Bagi siswa, gedung yang layak membuat proses belajar lebih nyaman dan aman.

Peresmian langsung oleh wakil menteri juga menjadi sinyal bahwa sekolah-sekolah di daerah ikut mendapat perhatian pusat. Harapannya, program serupa tak berhenti di satu sekolah, tetapi menjangkau lebih banyak sekolah di Gorontalo yang fasilitasnya masih terbatas.

Pilihan sekolah di Telaga juga menunjukkan bahwa program pusat mulai menyentuh sekolah di tingkat kecamatan, bukan hanya di pusat kota. Deklarasi Anak Indonesia Hebat di hari kedua juga menjadi momen untuk mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya soal gedung, tetapi juga pembentukan karakter anak.

2 min read