Bagi Basri Amin, Rachmat Gobel adalah tokoh yang lugas berbicara tentang gagasan membesarkan Gorontalo. Kesan tersebut tertinggal setelah pertemuan dekat mereka, meski Basri mengaku belum mengenal Rachmat Gobel secara utuh. Kolumnis tetap Gorontalo Post itu menulis kenangan tersebut setelah Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026. Rachmat dimakamkan di TMP Nasional Kalibata Blok Z-551. Basri menggambarkan Rachmat Gobel sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap kampung halamannya. Dalam pengamatannya, Rachmat selalu mencari jalan, ruang, serta kesempatan untuk membaktikan sesuatu bagi Gorontalo. Selama 63 tahun hidupnya, Rachmat Gobel dikenal melalui kiprahnya sebagai pengusaha dan politisi. Basri menulis bahwa warisan moral dari ayahnya, Thajeb Gobel, tetap melekat, tetapi Rachmat juga membuka jalannya sendiri terutama saat terlibat dalam politik kepartaian selama dua pemilu. Menurut Basri, Rachmat jarang menggunakan kata “politik” dalam wicara publik. Ketika membicarakan politik, ia lebih sering menghubungkannya dengan kesejahteraan, masa depan, masyarakat, rakyat, Indonesia, dan Gorontalo. Basri juga mencatat sisi Rachmat sebagai pencinta buku. Ia menggambarkan kebiasaan Rachmat membaca dan perhatiannya terhadap pengetahuan. Dalam tulisannya, Basri menyebut Rachmat sebagai pendukung pameran buku internasional di Asia Tenggara serta Jakarta. Pada bagian akhir, Basri menempatkan pengabdian Rachmat dalam harapan tentang pemerintahan yang benar, generasi masa depan yang cerdas dan berjati diri, Gorontalo yang bermartabat secara ekonomi serta kebudayaan, dan politik yang berpihak kepada semua golongan.

Rachmat GobelBasri AminGorontaloTMP KalibataCatatan Basri AminPengusaha PolitisiDPR RI
FacebookThreadsWhatsAppX
2 min read