Kabar duka menyelimuti Gorontalo. Drs. H. Irwan Hamzah, M.Sc., birokrat senior sekaligus budayawan dan seniman, wafat Senin (29/6) dalam perjalanan pulang dari Surabaya saat transit di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok yang mengabdikan lebih dari tiga dekade hidupnya untuk daerah. Karier ASN-nya dimulai tahun 1981, menapaki berbagai jabatan strategis hingga memimpin Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Gorontalo sebelum pensiun. Namun pengabdiannya tidak berhenti di birokrasi—ia juga penulis pendamping buku Pesona Wisata Tumbilotohe, editor skenario cerita rakyat Hulonthalangi, dan pelantun lagu ikonik “Dunia Dipo Kiama” yang memperkaya khazanah musik daerah.

Di mata putra sulungnya, Bayu Dwiputra Hamzah, almarhum adalah ayah penuh tanggung jawab yang tak pernah lupa pada keluarga meski sibuk dengan tugas berat. “Tiap akhir bulan, ayah pasti mengajak kami liburan,” kenangnya. Bahkan menjelang akhir hayat, Irwan Hamzah tidak pernah mengeluh soal kesehatan dan menolak diperiksa dokter, hanya bersedia disuntik suplemen oleh mantri setelah dibujuk keluarga. Pesan terakhirnya yang paling membekas bagi Bayu sederhana namun dalam: hiduplah dengan memberi manfaat bagi banyak orang. Rumah duka berada di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, dan almarhum dimakamkan Selasa (30/6).

Irwan Hamzah adalah teladan bahwa pengabdian tidak mengenal batas jabatan atau usia. Ia membuktikan bahwa seorang birokrat bisa sekaligus menjadi penjaga budaya, seniman yang mencintai akarnya, dan kepala keluarga yang hangat. Warisannya bukan hanya berupa buku, lagu, atau kebijakan, tapi semangat untuk terus merawat identitas Gorontalo dengan cinta dan ketulusan

#IrwanHamzah #InMemoriam #BudayawanGorontalo #DuniaDipoKiama #TokohGorontalo #SenimanLokal
FacebookThreadsWhatsAppX
2 min read