Bazar Ramadan BI Gorontalo resmi dibuka di Galeri UMKM Olaku, Kota Gorontalo, pada Senin, 23 Februari 2026. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang membuka acara ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong UMKM naik kelas, terutama menjelang Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan pada Juni.

Bazar tahun ini melibatkan 288 peserta, terdiri dari 175 pelaku UMKM dan 113 partisipasi masyarakat. Yang berbeda, bazar kali ini menonjolkan produk pertanian organik dari pesantren mitra BI dan kelompok tani binaan.

Skema UMKM naik kelas ala Gusnar

Gusnar memaparkan pembinaan UMKM secara bertahap. Tahap pertama untuk pelaku usaha pemula, lewat bantuan modal kecil sebagai pemicu.

Tahap berikutnya berupa kurasi dan tambahan modal bagi UMKM yang dinilai potensial. Di tahap akhir, pelaku usaha didorong mandiri dan bankable, sehingga bisa mengakses pembiayaan bank atau lembaga keuangan lain secara langsung.

“Pemerintah tidak perlu berdagang, tetapi membuka peluang. Ketika peluang terbuka dan orang banyak datang, ekonomi pasti berputar,” ujar Gusnar.

Penas jadi peluang besar

Penas Petani Nelayan yang akan digelar di Gorontalo diproyeksikan mendatangkan sekitar 33.000 peserta dari seluruh Indonesia. Bagi Gusnar, ini peluang besar bagi UMKM lokal, baik lewat penjualan langsung maupun platform digital.

Ia juga menyoroti ekonomi kreatif, yang ia sebut “ekonomi sapu jagat” karena mencakup seni, budaya, sampai hiburan yang bisa diubah menjadi nilai ekonomi. Gusnar meminta BI terus mengawal UMKM dan ekonomi kreatif.

Di luar UMKM, Pemprov juga menyiapkan program hilirisasi ayam terintegrasi dengan alokasi Rp1,4 triliun. Dari 12 provinsi pelaksana, Gorontalo mendapat alokasi terbesar. Rancangannya dari hulu ke hilir, mulai dari DOC (Day Old Chicken), pakan, sampai rumah potong modern, dengan pembagian 30 persen untuk industri dan 70 persen untuk masyarakat serta pondok pesantren.

Produk organik di Bazar Ramadan BI Gorontalo

Kepala Perwakilan BI Gorontalo Bambang Setya Permana menyebut metode pertanian organik dari pesantren dan kelompok tani binaan mampu menaikkan produktivitas lebih dari 50 persen dibanding cara konvensional.

Pendekatan ini juga mendorong ekonomi sirkular, karena petani membuat pupuk sendiri.

Galeri UMKM Olaku pun tidak hanya jadi ruang pamer produk unggulan. Di tempat ini, pelaku usaha juga dibina supaya produknya makin bersaing, baik dari mutu maupun jumlah produksi.

Ke depan, BI berjanji tetap menggandeng pemerintah daerah, Dekranasda, dan KDEKS. Bazar ini diharapkan jadi penggerak awal perputaran ekonomi selama Ramadan, sekaligus bekal UMKM lokal menghadapi agenda nasional di Gorontalo.

2 min read