Produk UMKM Gorontalo tampil percaya diri di Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia ke-3 di Banjarmasin, 12-14 September 2019. KPw BI Gorontalo tidak hanya mengirim kontingen lomba nasyid dan tari kreasi Islam, tetapi juga memamerkan sulaman karawo, kerajinan eceng gondok, virgin coconut oil, hingga kripik pisang keju di Duta Mall. "KPw BI Provinsi Gorontalo juga mengundang UMKM binaan untuk mengikuti pameran," ujar Kepala Tim Gunawan Purbowo, menegaskan komitmen BI mengangkat produk lokal ke panggung regional.
FESyar KTI 2019 bukan sekadar pameran, tetapi wahana business matching yang menghasilkan kesepakatan pembiayaan senilai Rp7,4 miliar antara PT SulutGo dan PT Sinar Karya Porodisa untuk konstruksi jalan di Gorontalo. Angka ini membuktikan bahwa ekonomi syariah dan UMKM lokal memiliki daya tarik investasi nyata ketika dipertemukan dengan investor yang tepat. Forum ini menghubungkan perbankan, buyer, akademisi, dan pelaku usaha dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, hingga Balinusra.
Keikutsertaan Gorontalo dalam FESyar yang mengusung konsep 4C (Commitment, Concrete, Collaborative, Campaign) menunjukkan integrasi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi. Ketika karawo dan kuliner khas dipresentasikan dalam forum bisnis syariah, nilainya bergeser dari komoditas tradisional menjadi aset ekonomi berdaya saing. Hasil business matching Rp7,4 miliar adalah bukti konkret bahwa produk lokal Gorontalo layak diperhitungkan dalam peta investasi kawasan timur Indonesia.
