Buyung Hamzah Hunto mencuri perhatian di Nani Wartabone Heritage Run 2025 yang digelar di Alun-Alun Bone Bolango pada Ahad, 24 Agustus 2025. Alih-alih memakai jersey resmi, ia berlari dengan seragam Pramuka lengkap, termasuk peci pembina dan lencana Panca Warsa I.
Buyung adalah andalan Pramuka Kwarda Gorontalo sekaligus pelari. Ia ikut kategori 5 kilometer dengan nomor peserta 5958.
Buyung Hamzah Hunto disambut “Salam Pramuka”
Sepanjang rute, peserta lain dan warga menyapanya dengan “Salam Pramuka”. Buyung pun membalas dengan bangga sambil memberi hormat.
Ia menegaskan bukan karena tidak kebagian jersey. Seragam Pramuka sengaja dipakai untuk merayakan dua momen di bulan Agustus.
“14 Agustus itu ada Hari Pramuka tahun ini ke 64, dan 17 Agustus adalah hari kemerdekaan ke 80 RI, ini sebagai selebrasi, turut merayakan dua momentum penting itu,” ujar Buyung.
Pramuka lebih dari semaphore
Mantan Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Pramuka ini menilai tren lari di Gorontalo bisa menjadi momen untuk memperkenalkan peran Gerakan Pramuka.
“Di Pramuka itu lintas profesi dan generasi. Semua ada, tidak hanya pelajar, tapi ada pelari, politisi, atlet, profesional, pegawai negeri, bahkan guru besar. Sehingga Pramuka itu tidak hanya semaphore dan tepuk tangan, tapi perannya sangat luas,” ujarnya.
Promosi Peran Saka Nasional
Buyung bersyukur bisa menuntaskan rute sekaligus mengenalkan Pramuka. Ia juga menyinggung agenda besar Pramuka di Gorontalo.
“Dan yang paling penting, tahun ini ada kegiatan akbar Pramuka di Gorontalo, yakni Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) tingkat nasional, yang akan digelar bulan november nanti,” ujarnya.
Ramai dan dihadiri selebritas
Nani Wartabone Heritage Run 2025 berlangsung semarak dengan ribuan peserta. Aktor Tarra Budiman juga hadir, dan Buyung tak melewatkan kesempatan berfoto bersama pemeran sejumlah FTV itu.
Seragam lengkap dengan peci dan lencana tentu membuat berlari terasa lebih gerah dibanding memakai jersey. Namun, Buyung tetap menuntaskan rute 5 kilometer dengan percaya diri.
Aksi Buyung menunjukkan bahwa ajang lari bisa menjadi panggung untuk menyampaikan pesan, asal dilakukan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.

