Kedai kopi dan roastery di Gorontalo terus bertambah. Namun menurut ketua panitia Barista Competition Manual Brew Gorontalo, Rachmat Tommy Pongoliu, sisi hulunya belum sekuat sisi hilir.
Hilir ramai, hulu masih sedikit
Tommy menyebut petani kopi di Gorontalo masih sangat kurang. Kelompok tani, penyedia bibit, dan pengelola biji kopi mentah juga masih sedikit, sementara roastery, kedai, warung kopi, dan kafe sudah berkembang.
Read alsoRey Bangol Juara Manual Brew Gorontalo, Tiga Besar Terpaut 0,25 Poin
Hal itu ia sampaikan saat kompetisi di Pyur For You Gorontalo, Rabu (21/10/2026), yang diikuti 23 barista dari provinsi ini.
Harapan ke pemerintah daerah
Tommy berharap acara semacam ini dapat mendorong perekonomian Gorontalo dan memotivasi pemerintah daerah untuk memfasilitasi masyarakat menjadi petani kopi profesional. Dengan begitu, Gorontalo diharapkan bisa menjadi penghasil kopi bagi pasar nasional bahkan internasional.
Mulai dari kompetisi
Menurutnya, kompetisi barista adalah pintu masuk. Ia menyebut minat anak muda pada kopi sedang tinggi dan itu ikut menumbuhkan kedai serta UMKM kopi. “Kami berharap event ini bisa mendorong ekonomi di Gorontalo,” ujarnya.
Dari kedai ke kebun, rantai kopi di Gorontalo masih punya pekerjaan rumah. Tetapi arahnya, kata panitia, sudah mulai dibicarakan.




