Dari panggung penutupan kompetisi barista, Pj. Sekda Kota Gorontalo Nuryanto menyampaikan pesan tentang arah ekonomi kota. Menurutnya, usaha dari skala kecil sampai besar perlu terus tumbuh untuk memperkuat pendapatan asli daerah (PAD).

Bertumpu pada jasa dan perdagangan

Nuryanto menjelaskan bahwa ekonomi Kota Gorontalo bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, dan UMKM. Kota ini tidak memiliki sektor pertambangan. “Kota Gorontalo ini tidak ada tambang,” katanya.

Read alsoRey Bangol Juara Manual Brew Gorontalo, Tiga Besar Terpaut 0,25 Poin

Karena itu, sektor perhotelan, rumah makan, UMKM, dan coffee street dinilai penting untuk terus dikembangkan.

Kompetisi sebagai wadah SDM

Ia menilai kompetisi barista seperti Manual Brew bisa menjadi wadah pengembangan sumber daya manusia sekaligus usaha kreatif. Ia berharap kunjungan wisatawan memberi dampak berantai bagi perhotelan dan UMKM.

Harapan panitia

Ketua panitia Rachmat Tommy Pongoliu menyambut baik dorongan itu. Ia berharap para barista terus mengasah kemampuan dan membuka peluang acara serupa di masa mendatang, dengan melibatkan sponsor dan pemerintah.

Kompetisi ini diikuti 23 barista, enam di antaranya maju ke grand final. Bagi pelaku usaha kopi di Kota Gorontalo, pesan dari penutupan malam itu cukup jelas: ruang untuk tumbuh masih terbuka.

1 min read