Eazy Paspor kembali digelar Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo. Kali ini, layanan pembuatan paspor itu hadir di Kantor Daihatsu Kota Gorontalo pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Lewat program ini, warga bisa mengajukan permohonan paspor tanpa harus datang ke kantor imigrasi. Pada pelaksanaan kali ini, ada 11 pemohon yang semuanya mengajukan paspor baru.

Proses di Eazy Paspor

Meski digelar di luar kantor, standar layanannya tetap sama. Petugas memeriksa kelengkapan dokumen, melakukan wawancara, dan mengambil data biometrik.

Seluruh tahapan disebut berjalan tertib dan lancar, dengan tetap mengedepankan layanan yang profesional, akuntabel, dan memberi kepastian bagi pemohon.

Didukung sistem terintegrasi

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo Josua Pahala Martua menjelaskan, Eazy Paspor didukung sistem informasi keimigrasian yang terintegrasi.

Dengan teknologi ini, verifikasi data dan administrasi bisa dilakukan lebih efektif. Hasilnya, warga tetap mendapat kualitas layanan yang sama meski prosesnya berlangsung di luar kantor.

Program ini juga sejalan dengan Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dalam memperkuat transformasi digital layanan keimigrasian.

“Memperkuat layanan berbasis digital pada Layanan Keimigrasian akan bisa memberikan kontribusi bagi terwujudnya Indonesia yang maju di masa yang akan datang,” demikian pernyataan Menteri Agus Andrianto yang dikutip Imigrasi Gorontalo.

Kenapa Eazy Paspor memudahkan?

Bagi warga yang sibuk di hari kerja, layanan di luar kantor seperti ini bisa menghemat waktu. Pengurusan paspor bisa dilakukan di lokasi yang lebih dekat atau di waktu akhir pekan, seperti pelaksanaan pada hari Sabtu kali ini di Kota Gorontalo.

Program ini juga menjawab kebutuhan warga yang tinggal jauh dari kantor imigrasi. Mereka tidak perlu lagi mengatur jadwal khusus hanya untuk mengurus paspor.

Imigrasi Gorontalo menyatakan akan terus menghadirkan inovasi yang mendekatkan layanan kepada warga. Caranya lewat kolaborasi dengan swasta, instansi pemerintah, BUMN/BUMD, maupun organisasi kemasyarakatan.

Kalau kantor, komunitas, atau organisasimu butuh layanan paspor kolektif, kolaborasi seperti yang dilakukan dengan Kantor Daihatsu ini bisa jadi contoh.

2 min read