Festival Ketupat Jaton Gorontalo 2025 digelar pada 7–9 April 2025. Selain syukuran Lebaran Ketupat, festival ini menghadirkan tiga lomba utama: kontes sapi, karapan roda sapi, dan kuda gerobak, dengan total hadiah Rp125 juta.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Gorontalo Danial Ibrahim, yang juga koordinator festival, menyebut persiapan sudah hampir rampung sehari sebelum acara.

“Alhamdulillah, karena hari ini sudah H-1 pelaksanaan, persiapan sudah hampir selesai 100%. Insyaallah kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 April selama 3 hari,” ujar Danial pada Ahad, 6 April 2025.

Syukuran dan stan UMKM

Rangkaian dimulai Senin, 7 April 2025, dengan syukuran di Desa Reksonegoro yang dihadiri Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah. Setelah itu, mereka dijadwalkan meninjau stan UMKM.

Minat UMKM tinggi. Ada 47 pendaftar, melebihi kuota 30 stan. Solusinya, panitia menempatkan dua UMKM di setiap stan.

Karapan roda sapi dan dua lomba lainnya

Lomba pertama adalah kontes sapi. Sekitar 20 ekor ikut serta, dan masing-masing harus berbobot 800 kilogram sampai 1 ton.

Kedua, karapan roda sapi dengan 56 pasang atau 112 ekor sapi yang beradu kecepatan. Ketiga, lomba kuda gerobak yang diikuti 25 tim.

Karapan sapi dibagi berdasarkan jarak, mulai 100 meter untuk kelas ekstra dan pernah ikut, lalu 125, 150, 200, hingga 250 meter. Juara tiap kelas mendapat uang tunai, piala, dan bendera.

Puncaknya adalah adu cepat para juara, dengan hadiah seekor sapi bagi masing-masing pemenang. Sementara lomba kuda gerobak mempertandingkan lima jarak, dari 800 meter sampai 1.600 meter.

Menurut Danial, karapan roda sapi dan kuda gerobak adalah olahraga tradisional turun-temurun yang unik, terutama soal kecepatan, sehingga berpotensi menarik wisatawan.

Doorprize untuk penonton

Penonton juga tidak hanya menonton. Selama jeda lomba, ada sesi tanya jawab berhadiah doorprize seperti rice cooker, pulsa atau paket data, sampai voucher menginap dan makan siang di Hotel Grand Q.

Harapan jadi agenda tahunan

Panitia punya tiga harapan: mendorong ekonomi UMKM, membantu peternak meningkatkan kualitas ternak lewat kompetisi, dan menjadikan acara ini agenda olahraga masyarakat di bawah koordinasi KORMI.

Panitia bahkan berharap karapan roda sapi dan kuda gerobak resmi menjadi agenda tahunan setiap 8–10 Syawal.

2 min read