Pada 23 Januari 1942, warga Gorontalo merebut kantor pos dan mengibarkan Merah Putih. Rumah panggung di kompleks yang sama, rumah dinas kepala kantor pos, kemudian dikenal sebagai Rumah Tinggi. Delapan puluh empat tahun berselang, rumah itu dibongkar, polisi menyidik dugaan perusakan cagar budaya, dan Pemkot Gorontalo berhadapan dengan Kementerian Kebudayaan soal status bangunannya. Berikut runtutan peristiwanya.

Kronologi ini disusun dari pemberitaan media dan dokumen resmi yang tersedia. Kasus masih berjalan: belum ada tersangka yang diumumkan dan belum ada putusan pengadilan pidana.

Read alsoRumah Tinggi di Ipilo Bukan Cagar Budaya, Pemkot Gorontalo Rujuk Aturan

Garis waktu enam titik penting perkara Rumah Tinggi Gorontalo, dari 1942 hingga Oktober 2026
Enam titik penting perkara Rumah Tinggi

Pelaku & istilah kunci

A. Latar sejarah (sebelum sengketa)

B. Penetapan sebagai cagar budaya

C. Gugatan perdata dan akta perdamaian

D. Kajian ulang dan pencabutan SK

E. Pembongkaran

Dua versi status bangunan Rumah Tinggi: versi Pemkot dan versi Kemenbud serta Polda
Dua versi status bangunan

F. Proses hukum pidana

Tiga hal yang tercatat di dokumen perkara Rumah Tinggi
Yang tercatat di dokumen

G. Titik sengketa utama (untuk bahan naskah)

Inventaris dokumen (folder Rumah Jawatan)

Yang belum ada / perlu diverifikasi sebelum naskah

Petikan media untuk butir tanpa dokumen

Ringkasan dalam kata sendiri (bukan salinan kata per kata), agar bisa dilacak. Untuk petikan persis, buka tautan dan tangkap layar bagian yang dimaksud.

Sumber

18 min read