Festival obor dan karnaval budaya kembali digelar pemuda Kelurahan Molosipat, Kecamatan Kota Barat, pada Sabtu, 15 Maret 2025. Acara yang menyemarakkan Ramadan ini sudah memasuki tahun keempat dan diharapkan menjadi magnet wisata saat bulan puasa.
Pawai obor menjadi pemandangan khas malam itu. Cahaya obor yang dibawa peserta berpadu dengan karnaval budaya, membuat jalanan kelurahan terasa hidup di tengah bulan puasa.
Festival dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie. Selain pawai obor, panitia juga membagikan ribuan porsi kolak secara gratis.
Festival obor setiap 15 Ramadan
Idah menyebut kegiatan ini sudah empat kali digelar, dan ia selalu menyempatkan hadir setiap tahun.
“Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari ke- lima belas Ramadan, dan melibatkan pelaku UMKM sehingga dapat meningkatkan dan menumbuhkan perekonomian Gorontalo,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan pemuda Molosipat ini patut dicontoh kelurahan lain karena sangat positif. Pemerintah Gorontalo, kata dia, mendukung penuh dan mendorong pemuda terus berkreasi.
Lebih banyak yang terlibat
Ketua Panitia Safrin Aditya Ladiku mengatakan ada perbedaan besar tahun ini. Selain pemuda, kegiatan juga didukung warga sekitar, anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), remaja masjid, dan majelis taklim di Kota Barat.
Keterlibatan banyak kelompok ini membuat festival terasa sebagai acara bersama warga satu kecamatan, bukan hanya kegiatan segelintir pemuda.
Safrin berharap acara ini menginspirasi generasi muda untuk mengisi Ramadan dengan kegiatan positif.
Kolak gratis dan UMKM
Pembagian ribuan porsi kolak menjadi daya tarik tersendiri. Warga yang datang bisa menikmati hidangan berbuka sambil menyaksikan pawai obor.
Pelibatan UMKM juga membuat festival ini punya dampak ekonomi. Pedagang kecil mendapat kesempatan berjualan di tengah keramaian pengunjung.
Kegiatan seperti ini juga memberi ruang bagi anak-anak TPQ dan remaja masjid untuk tampil di depan warga. Pengalaman itu bisa menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus kecintaan pada tradisi Ramadan.
Bagi pengunjung dari luar kelurahan, festival ini bisa jadi alternatif ngabuburit yang berbeda: menikmati pawai, mencicipi kolak, dan berbelanja di lapak UMKM.
Dengan konsistensi empat tahun berturut-turut, festival obor Molosipat mulai menjadi agenda Ramadan yang ditunggu warga Kota Gorontalo.

