Gebyar UMKM Gorontalo 2025 resmi ditutup Senin (28/4) malam dengan pencapaian luar biasa: total transaksi menembus Rp 2,04 miliar dalam tiga hari. Ketua Panitia Risjon Sunge mengungkapkan bahwa 250 pelaku UMKM berpartisipasi dan menarik sekitar 4.720 pengunjung ke Gedung Belle Li Mbui. “Pencapaian ini membuktikan geliat UMKM Gorontalo semakin kuat,” tegasnya. Angka tersebut terdiri dari penjualan langsung Rp 437 juta dan pembiayaan untuk 5 UMKM senilai Rp 865 juta.
Selain pameran produk, acara ini dimeriahkan lomba tari kreasi, akustik, manual brew kopi, dan cipta kreasi masak yang bikin suasana makin hidup. SMA Negeri 3 Gorontalo keluar sebagai juara pertama lomba tari kreasi tingkat SMA/SMK. Yang tak kalah penting, Kepala BI Gorontalo Bambang Satya Permana mengumumkan hasil kurasi ketat terhadap 121 pendaftar awal. “Dari awal tahun ini kita sudah lakukan rangkaian kegiatan mendukung UMKM, dimulai dari kurasi 121 yang lolos seleksi awal, tadi menghasilkan 22 UMKM yang lolos,” ujarnya. Ke-22 UMKM ini akan mendapat kesempatan promosi lebih luas di Galeri UMKM Olaku milik BI.
Layanan konsultasi gratis juga jadi daya tarik besar bagi pelaku usaha. Tercatat 17 izin edar BPOM diterbitkan, 28 pendaftaran HKI, 6 sertifikasi halal, dan 15 konsultasi kemasan selama event berlangsung. Owner Seniman Food and Drink mewakili rekan-rekan UMKM menyampaikan apresiasi langsung. “Alhamdulillah terima kasih untuk BI dan semua kakak-kakak yang terlibat dalam festival kuliner tiga hari ini,” ucapnya. Ketua Dekranasda Nani Mokodongan juga mengucapkan terima kasih kepada sponsor dan masyarakat yang telah memeriahkan acara ini.
Gebyar UMKM 2025 bukan sekadar pesta jualan, tapi ekosistem lengkap yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, pembiayaan, legalitas, dan panggung promosi berkelanjutan. Dengan capaian transaksi dan jumlah UMKM terkurasi yang signifikan, event ini membuktikan bahwa produk lokal Gorontalo punya tempat dan potensi nyata untuk terus naik kelas
