Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo, pernah memulai karier sebagai penyuluh pertanian honorer dengan gaji pertama Rp15.000. Kisah itu ia ceritakan dalam silaturahim bersama Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Gorontalo pada Rabu, 22 April 2026.

Kariernya dimulai pada 1986. Dengan nada bercanda, ia mengenang momen menghitung gaji pertamanya diam-diam di toilet karena terlalu bangga.

Nasib penyuluh belum seberuntung pegawai dinas

Lebih dari tiga dekade kemudian, Gusnar justru makin vokal membela penyuluh, yang ia sebut ujung tombak pembangunan pertanian.

“Saya tahu bahwa nasib penyuluh hari ini belum seberuntung nasib teman-teman yang ada di dinas. Dari sisi apa? Dari sisi kesejahteraan. Oleh sebab itu, kemarin kami sudah merapatkan terkait dengan TPP,” tegasnya.

Ia memerintahkan Asisten III dan Kepala Badan Keuangan mengkaji ulang skema Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi penyuluh. Beban operasional mereka berat, dari motor rusak, ban gundul, sampai membeli bensin dengan uang sendiri.

Gusnar Ismail bawa bantuan benih 16.000 hektare

Gusnar juga membawa kabar dari Jakarta: bantuan benih untuk lahan seluas 16.000 hektare dari Kementerian Pertanian. Ia menitipkan tanggung jawab besar ini kepada para penyuluh.

Empat agenda agro-maritim

Gusnar memaparkan empat prioritas. Pertama, menyukseskan PENAS sebagai momentum kebangkitan. Kedua, mendorong dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap bahan baku lokal.

Ketiga, menggerakkan Koperasi Desa Terpadu sebagai pusat ekonomi desa. Keempat, membenahi kampung nelayan lewat inovasi “Aksi Nelayan”.

“Masalah pangan adalah masalah hidup matinya suatu bangsa. Kalau kita tidak serius mengurus pertanian, maka kita akan menghadapi krisis yang luar biasa,” tegasnya.

Kalau bukan kita, siapa lagi

Ia menutup arahannya dengan ajakan yang membakar semangat.

“Kalau bukan kita, siapa lagi di Gorontalo sini?” ujarnya.

Inspirasi untuk anak muda

Dari penyuluh lapangan, Gusnar kemudian meniti karier hingga menjadi gubernur. Kisah Gusnar menunjukkan bahwa jalan karier bisa dimulai dari posisi paling bawah. Bagi anak muda yang sedang merintis di sektor pertanian, pesan ini relevan: pekerjaan lapangan yang sering dianggap remeh justru bisa menjadi bekal memimpin.

2 min read