Hari Patriotik 23 Januari ke-84 diperingati di Lapangan Alun-Alun Bone Bolango pada Jumat, 23 Januari 2026. Lewat upacara ini, warga kembali mengenang Nani Wartabone, putra terbaik Gorontalo yang memproklamirkan kemerdekaan rakyat Gorontalo jauh sebelum Indonesia merdeka.
Upacara berlangsung khidmat di bawah langit cerah. Peserta berbaris rapi, dan bendera Merah Putih dikibarkan perlahan sebagai penghormatan untuk peristiwa 84 tahun silam itu.
Bupati Bone Bolango Ismet Mile memimpin langsung peringatan ini. Ia didampingi Wakil Bupati Risman Tolingguhu, Sekretaris Daerah Iwan Mustapa, dan jajaran Forkopimda.
Bagi Gorontalo, 23 Januari bukan tanggal biasa. Hari itu menjadi pengingat bahwa semangat merdeka sudah menyala di daerah ini sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Hari Patriotik sebagai hari syukur
Bagi Ismet, peringatan ini membawa rasa bahagia yang berbeda. Bukan bahagia yang meriah, melainkan rasa hormat dan syukur atas keberanian seorang pahlawan.
“Hari ini adalah hari penuh kebahagiaan. Bukan kebahagiaan yang hingar, melainkan kebahagiaan yang lahir dari rasa hormat dan syukur. Syukur atas keberanian seorang pahlawan, dan hormat pada sejarah yang membentuk jati diri Gorontalo,” ujar Ismet.
Menurutnya, mengenang Nani Wartabone bukan sekadar mengulang kisah heroik. Peringatan ini adalah ajakan untuk bercermin: sejauh mana semangat perjuangan itu masih hidup dalam keseharian warga.
Semangat Nani Wartabone di kehidupan sehari-hari
Ismet mengingatkan bahwa sejarah sudah mengajarkan satu hal penting. Kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil keberanian, pengorbanan, dan persatuan.
Nilai-nilai itu, kata dia, harus terus dijalankan dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya diingat setahun sekali.
“Yang terpenting bukan hanya kita mengenang, tetapi bagaimana semangat Nani Wartabone kita hidupkan di setiap sendi kehidupan, untuk kemajuan Bone Bolango hari ini dan di masa depan,” ungkapnya.
Ismet juga menegaskan bahwa patriotisme tidak selalu berarti perlawanan bersenjata. Bentuknya bisa berupa kerja yang jujur, pelayanan yang tulus, semangat belajar, dan tekad membangun daerah dengan hati serta integritas.
Pesan itu terasa relevan untuk generasi sekarang. Menjadi patriot tidak harus menunggu momen besar, tapi bisa dimulai dari cara kita bekerja dan melayani sesama setiap hari.

