Inflasi Ramadan dan Idulfitri 2026 di Gorontalo dijaga lewat strategi 4K. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Gorontalo bersama pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat koordinasi agar harga tetap stabil saat permintaan musiman naik.

Sebagai langkah awal, BI Gorontalo memfasilitasi High Level Meeting (HLM) TPID pada 4 Februari 2026. Rapat ini dihadiri seluruh kepala daerah se-Provinsi Gorontalo dan menjadi pijakan untuk menyelaraskan strategi menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo Bambang Setya Permana menjelaskan, pengendalian inflasi dilakukan lewat empat jalur yang saling terhubung: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Strategi 4K, K1: menjaga harga tetap terjangkau

Untuk keterjangkauan harga, BI dan TPID memantau harga serta pasokan pangan strategis dengan sistem peringatan dini, seperti Indeks Perkembangan Harga BPS dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) milik BI.

Pemantauan lapangan juga dilakukan bersama, lalu dilanjutkan intervensi pasar lewat Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Hingga saat ini sudah dilakukan tiga kali GPM, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ke depan pelaksanaannya akan semakin intensif untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Bambang.

K2: memastikan pasokan cukup

Pasokan diperkuat dengan mendorong sumber lokal dan memaksimalkan Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Beberapa kerja sama sudah jalan. Gorontalo mendatangkan bawang merah dari Enrekang, sementara tomat dipasok dari Minahasa Selatan.

“Ke depan juga akan dilakukan penguatan KAD antara Kabupaten Bone Bolango dengan Tomohon untuk komoditas tomat,” kata Bambang.

K3 dan K4: distribusi lancar, komunikasi jelas

Untuk kelancaran distribusi, ada subsidi ongkos angkut dalam GPM dan pasar murah, supaya intervensi tepat lokasi, tepat waktu, dan tepat komoditas. Pihak terkait juga memastikan stok BBM dan LPG aman, armada angkut siap, distribusi antarwilayah diawasi, dan risiko cuaca buruk diantisipasi.

Sementara komunikasi efektif difokuskan pada kampanye belanja bijak dan penyebaran informasi soal jadwal GPM dan inspeksi pasar. Harapannya, pasar lebih tenang dan pedagang terdorong menjaga harga tetap wajar.

Pesan BI untuk warga

BI mengimbau warga berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Produk olahan UMKM juga bisa jadi alternatif pilihan konsumsi selama Ramadan.

Selain itu, BI mendorong pemakaian transaksi nontunai. Selain lebih efisien dan aman, cara ini juga mengurangi risiko uang tunai hilang atau rusak.

Buat warga, pesan pentingnya sederhana: pantau jadwal pasar murah di daerah masing-masing, dan belanja secukupnya supaya harga tetap terkendali.

2 min read