Rencana besar infrastruktur nasional menyentuh Kota Gorontalo ketika jalur kereta api Trans Sulawesi sepanjang 1.700 kilometer dikonfirmasi akan melintasi wilayah kota. Hal ini mengemuka dalam rapat evaluasi Ranperda RTRW Kota Gorontalo 2019-2039 oleh TKPRD Provinsi di ruang Dulohupa Kantor Gubernur, Selasa (6/8/2019). Kepala Dinas PUPR Provinsi Handoyo Sugiharto menyatakan bahwa keberadaan jalur kereta ini harus tertuang jelas dalam dokumen tata ruang. "Ada beberapa poin yang perlu kita konsultasikan lagi ke pusat, di antaranya jalur kereta api yang akan melewati kota," ungkapnya.
Selain kereta api, pembahasan juga mencakup jalur sesar dari Danau Limboto menyusuri Donggala hingga Tenda, serta penambahan depo BBM Leato dan penetapan Terminal Pasar Sentral sebagai tipe B. Kabid Tata Ruang Sultan Kalupe menyebutkan tim memiliki 15 hari untuk evaluasi sebelum konsultasi ke Kemendagri. Integrasi jalur kereta ke dalam RTRW bukan sekadar formalitas administratif, tetapi langkah strategis menyiapkan kota menghadapi transformasi konektivitas yang akan mengubah pola mobilitas, logistik, dan pertumbuhan ekonomi Gorontalo dalam dua dekade mendatang.
