Kajati Gorontalo yang baru, Sumurung Pandapotan Simaremare, tiba di Gorontalo bersama istrinya, Ningsih Sumurung, pada Ahad, 3 Mei 2026. Kedatangannya disambut dengan adat Mopotilolo di ruang VIP Bandara Djalaludin.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Kapolda Gorontalo ikut menyambut dan mendampingi selama prosesi adat. Kehadiran pimpinan daerah ini menunjukkan penghormatan kepada pejabat baru yang akan memimpin penegakan hukum di provinsi ini.
Profil Kajati Gorontalo baru
Sumurung dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin pada 29 April 2026 di Kejaksaan Agung, berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Nomor 488 Tahun 2026. Ia menggantikan Riyono yang kini menjabat Inspektur Keuangan I Kejaksaan Agung.
Lahir di Pontianak pada 22 Juli 1970, ia menyandang pangkat Jaksa Utama Madya. Sebelum ke Gorontalo, ia menjabat Direktur I di Kejaksaan Agung. Ia juga pernah memimpin Kejaksaan Negeri Luwuk pada 2014 dan Kejaksaan Negeri Kota Semarang pada 2019.
Tahapan prosesi Mopotilolo
Mopotilolo adalah adat penyambutan bagi pejabat atau tamu kehormatan yang pertama kali bertugas atau berkunjung ke Gorontalo. Prosesinya dipimpin pemangku adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa, dewan adat lima negeri.
Setiap tahap punya makna tersendiri. Prosesi diawali mopodungga lo adati, berupa penyampaian kata-kata bijak dalam bahasa Gorontalo. Lalu ada mopodungga lo uyilumo, yakni mempersilakan tamu minum dengan sajian kue tradisional yang sarat makna.
Setelah doa dibacakan, prosesi ditutup dengan mongabi. Ini adalah pernyataan resmi tokoh adat bahwa pejabat yang disambut telah mendapat restu untuk bertugas di Gorontalo.
Kenapa adat ini penting?
Adat yang sama juga dipakai untuk menyambut menteri, duta besar, dan pejabat tinggi lain yang datang ke Gorontalo. Bagi warga Gorontalo, Mopotilolo bukan sekadar seremoni. Adat ini menjadi simbol bahwa tamu diterima dengan hormat, sekaligus diingatkan untuk menghormati nilai-nilai lokal selama bertugas.
Perpaduan tradisi dan doa dalam prosesi ini mencerminkan kuatnya hubungan adat dan agama dalam kehidupan warga Gorontalo.
Kini publik menanti kiprah Kajati baru dalam penegakan hukum di Gorontalo, termasuk kelanjutan penanganan sejumlah kasus korupsi yang masih berproses.

