Koko’o Gorontalo 2025 siap menyambut Ramadan 1446 H dengan konsep baru. Komunitas yang menjaga tradisi toki sahur sejak 2014 ini memadukan musik modern dan tradisional, sambil merekrut anak-anak muda Kelurahan Talumolo sebagai penerus.

Koko’o adalah tradisi membangunkan warga untuk sahur dengan memukul pentungan hingga menghasilkan bunyi nyaring. Bagi komunitas ini, kegiatan tersebut juga bagian dari pelestarian budaya lokal.

Persiapan Koko’o Gorontalo 2025 sejak Desember

Ketua Koko’o Fikram Idrus menyebut persiapan dimulai tiga bulan sebelum Ramadan, dengan membuka rekrutmen anggota baru pada Desember 2024.

“Persiapan sudah kami lakukan tiga bulan sebelum Ramadan. Desember menjadi bulan pertama kami membuka rekrutmen keanggotaan baru. Kami prioritaskan anak-anak muda dari Kelurahan Talumolo sebagai regenerasi. Untuk saat ini, persiapan bisa dikatakan sudah mencapai 85 persen,” jelas Fikram di Markas Koko’o.

Untuk memastikan kelancaran, komunitas menggelar empat kali latihan resmi dan bekerja sama dengan aparat keamanan serta pemerintah dalam perizinan.

Drum, pentungan, dan polopalo

Tahun ini, Koko’o menghadirkan konsep yang mengangkat budaya dan tradisi lokal Gorontalo lewat kolaborasi musik modern dan tradisional.

“Konsep modernnya kami wujudkan dengan menghadirkan drum, pentungan koko’o, dan alat musik tradisional seperti polopalo. Ini semua kami lakukan agar musik tradisional lebih menarik di mata generasi muda,” terang Fikram.

Tradisi ini juga terus bertransformasi. Dulu, Koko’o hanya memakai bentor, viar, dan pikap. Sejak 2019, mereka memakai truk tronton sebagai panggung berjalan.

Rute dan dua puncak keramaian

Kegiatan tahun ini dimulai dari Bundaran Saronde dan berakhir di Markas Koko’o Talumolo. Ada dua puncak keramaian, yaitu malam pertama Ramadan dan malam takbiran.

Didukung swadaya warga

Dukungan warga cukup besar, mulai dari ide, tenaga, sampai dana. “Sebagian besar anggaran berasal dari masyarakat. Pemerintah pun dari tahun ke tahun memberikan perhatian, tetapi kami tidak sepenuhnya bergantung pada mereka. Kami juga melibatkan perusahaan-perusahaan di Kelurahan Talumolo untuk menjadi sponsor,” papar Fikram.

“Kami ingin menyampaikan kepada generasi muda bahwa musik tradisional patut dibanggakan. Itulah mengapa Koko’o Gorontalo hadir, untuk menghidupkan suasana Ramadan dengan nuansa tradisi yang dikemas secara modern,” pungkasnya.

2 min read