Kawasan Kota Tua Gorontalo yang biasanya sepi setelah toko tutup kini berubah wajah. Sabtu (20/6) malam, Jalan Jenderal Suprapto dipadati warga yang menikmati Festival Kuliner Kota Tua Jilid III. Ratusan orang berkumpul di antara 124 stan UMKM dan kuliner, menciptakan suasana hidup yang jarang terlihat di kawasan bersejarah ini. Revitalisasi ini adalah gagasan Wali Kota Adhan Dambea untuk menghidupkan pusat kota tidak hanya siang hari tapi juga malam hari sebagai destinasi ekonomi dan rekreasi.
Adhan menilai Kota Tua punya nilai sejarah dan potensi ekonomi besar yang perlu dioptimalkan sebagai ruang publik aktif sepanjang hari. Ia mengajak pemilik toko dan pelaku usaha untuk mulai buka hingga malam agar tercipta ekosistem ekonomi baru. “Kalau pusat kota hidup sampai malam maka perputaran ekonomi juga akan semakin besar. Kita ingin Kota Tua kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan. Berbagai agenda berkala digelar untuk menarik kunjungan sekaligus membuka peluang usaha bagi UMKM lokal.
Festival kali ini dihadiri Wali Kota Bitung Hengky Honandar dan Bupati Anton Achmad Saragih yang ikut menyaksikan antusiasme warga. Pemerintah Kota Gorontalo menargetkan Kota Tua kembali menjadi pusat interaksi warga dan ikon wisata perkotaan yang tetap ramai hingga malam. Dengan konsep street food yang melibatkan ratusan pelaku usaha lokal, kawasan ini perlahan bertransformasi dari zona perdagangan siang hari menjadi ruang hidup yang dinamis
