Lampu botol mulai diburu warga jelang malam Tumbilotohe. Di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, pedagang lampu botol sudah menjajakan dagangannya dari pagi hingga malam.
Menjelang tradisi malam pasang lampu, banyak warga mendadak jadi penjual lampu botol, baik di Kota Gorontalo maupun di kabupaten lain. Pembeli bisa langsung memilih lampu yang siap pakai.
16 tahun berjualan lampu botol
Maryam (40) sudah 16 tahun berjualan lampu botol bersama orang tuanya di lokasi yang sama. Menjelang Ramadan, ia berkeliling pusat Kota Gorontalo mencari botol bekas minuman yang dibuang, lalu mengumpulkannya untuk dijadikan lampu.
“Sudah seminggu berjualan lampu botol, dan sudah ratusan lampu botol yang terjual dengan harga terjangkau. Per botolnya di jual dengan harga seribu. Namun kalau mau beli lebih, akan di kasih diskon dan bonus beberapa botol,” ujarnya.
Dari botol bekas yang tadinya jadi sampah, Maryam mengubahnya menjadi barang yang dicari warga setiap tahun.
Jual minyak tanah juga
Selain lampu, Maryam menjual minyak tanah seharga Rp20 ribu sampai Rp35 ribu per botol.
“Alhamdulilah, untuk penjualan tahun ini tak jauh berbeda dengan tahun kemarin. Setiap hari bisa meraup keuntungan hingga Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu. Cukup untuk menambah kebutuhan sehari-hari dan bisa belanja perlengkapan untuk hari raya idul fitri,” ungkapnya.
Pembeli naik sejak awal Ramadan
Hasna Ali, pedagang di wilayah Telaga, Kabupaten Gorontalo, juga merasakan hal serupa. Menurutnya, pembeli terus bertambah sejak awal Ramadan.
“Alhamdulillah, penjualan tahun ini cukup bagus,” kata Hasna.
Para pedagang juga menjual perlengkapan lain untuk Tumbilotohe, seperti sumbu dan hiasan lampu.
Rezeki musiman dari tradisi
Tumbilotohe bukan hanya tradisi yang indah dilihat. Bagi pedagang musiman seperti Maryam dan Hasna, tradisi ini membawa rezeki tambahan menjelang Lebaran.
Antusiasme warga membeli lampu botol dan perlengkapannya menunjukkan bahwa tradisi malam pasang lampu tetap hidup di Gorontalo.
Kalau ingin membeli, datang lebih awal. Semakin dekat malam Tumbilotohe, pembeli biasanya makin ramai dan pilihan lampu bisa makin terbatas.

