Masjid Raya Gorontalo akhirnya mulai dibangun. Gubernur Gusnar Ismail meletakkan batu pertama pada Jumat pagi, 12 Desember 2025, pukul 06.00 WITA, di Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, di kawasan jalan GORR.
Pembangunannya diinisiasi Yayasan Islamic Center Gorontalo. Prosesi peletakan batu pertama dilakukan dengan tradisi adat momayango.
Perjalanan panjang Masjid Raya Gorontalo
Gagasan masjid raya bukan hal baru. Ide ini muncul pada masa Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim. Saat itu, desainnya bahkan dilombakan lewat sayembara.
Lokasi awalnya direncanakan di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Namun, rencana itu tidak terwujud hingga dua periode Rusli-Idris berakhir, termasuk pada masa Pj Gubernur Zudan Arif.
Semangat itu kembali muncul pada era Pj Gubernur Hamka Hendra Noer. Penggalangan dana dimulai, lahan disiapkan di tepi Danau Limboto, dan desain sudah tersedia. Sayangnya, proyek kembali berhenti di tahap perencanaan.
Tanpa APBD, murni dari infak
Kini Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie mencoba mewujudkannya. Bedanya, pembangunan direncanakan tanpa APBD dan sepenuhnya mengandalkan infak warga.
“Saya mohon doanya, dukungannya, dan infaknya, itu yang paling penting,”kata Gubernur Gusnar Ismail saat menghadiri HUT Dharma Wanita di Balai Pertemuan Azlea, Kota Gorontalo.
Ia menegaskan tidak ada paksaan dalam gerakan ini.
“Saya tegaskan, infak ini tidak ada paksaan. Kewajiban kami menyediakan media tempat bagi bapak ibu beramal. Ini medianya, silahkan beramal melalui infak sesuai keikhlasannya,” tegas Gusnar.
Janji transparansi
Pemprov akan menyiapkan mekanisme khusus pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang transparan dan akuntabel.
“Yang jelas ini adalah pekerjaan besar bagi kita dan merupakan aspirasi seluruh rakyat Provinsi Gorontalo. Pembangunan masjid raya ini sudah diolah dan direncanakan oleh para gubernur dan penjabat gubernur sebelumnya, saya hanya melanjutkan saja. Insya Allah dengan dukungan seluruh masyarakat, masjid raya ini akan terwujud dalam setahun atau dua tahun ke depan,” pungkasnya.
Setelah tertunda lintas kepemimpinan, kini publik menanti apakah pola infak ini mampu menuntaskan masjid yang sudah lama diimpikan warga.




