Museum Aloei Saboe resmi dibuka di pelataran lobi utama RSUD Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo pada Rabu, 20 Mei 2026. Peresmian ini menandai tepat satu abad rumah sakit tersebut.
Museum ini menampilkan jejak sejarah pelayanan kesehatan RSAS dari masa ke masa. Peresmiannya dihadiri Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo.
Siapa Aloei Saboe?
Prof. dr. Aloei Saboe bukan hanya dokter. Ia juga pejuang kemerdekaan yang bersama Nani Wartabone melawan Belanda di Gorontalo. Pemerintah Gorontalo telah mengusulkan namanya sebagai Pahlawan Nasional.
Idah menilai museum ini bisa menjadi inspirasi, terutama bagi anak muda yang ingin berkarier di bidang kesehatan.
“Ini luar biasa, Rumah Sakit Aloei Saboe sudah berusia 100 tahun dan terus melayani masyarakat. Kehadiran Museum Aloei Saboe tentu menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya anak-anak yang ingin menekuni dunia kedokteran dan kesehatan,” ujar Idah.
Menurutnya, di tengah keterbatasan pendidikan pada masa lalu, Gorontalo mampu melahirkan tokoh sebesar Aloei Saboe.
Satu abad RSAS, layanan makin lengkap
Wali Kota Adhan Dambea menyebut RSAS telah berkembang menjadi pusat rujukan regional, meski bukan rumah sakit provinsi.
Daftar layanannya kini panjang. Untuk jantung, tersedia kateterisasi, termasuk bagi anak dengan kelainan bawaan. Ada juga operasi retina dan pemeriksaan MRI.
Di bidang ortopedi, RSAS sudah bisa menangani penggantian sendi panggul dan lutut serta operasi tulang belakang, didukung sejumlah dokter spesialis.
“Dengan hadirnya layanan ini, masyarakat Gorontalo tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang canggih dan berkualitas,” katanya.
Tiga kali akreditasi paripurna
Adhan juga menyoroti capaian RSAS yang sudah tiga kali meraih akreditasi paripurna, tingkat tertinggi dalam akreditasi rumah sakit. Ia menyebutnya hasil kerja keras manajemen dan tenaga kesehatan.
Pemprov Gorontalo menyatakan akan terus mendukung pengembangan RSAS dan rumah sakit daerah lainnya.
Layak dikunjungi
Museum di dalam rumah sakit memang jarang. Buat pelajar dan mahasiswa kesehatan, tempat ini bisa jadi ruang belajar sejarah medis Gorontalo, sekaligus mengenal sosok yang namanya kini diusulkan menjadi pahlawan nasional.




