GU

Nama User

user@email.com

Chat

Web Category

Jelajahi Gorontalo

PemerintahanPembangunanAlamSabtu, 6 Desember 2025

Buku “Indonesia Merdeka di Gorontalo” Harus Jadi Spirit Pembangunan

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat menyerahkan buku Indonesia Merdeka di Gorontalo: Nani Wartabone, 23 Januari 1942 dan Keindonesiaan pada syukuran peringatan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo, di Aula…

Buku “Indonesia Merdeka di Gorontalo” Harus Jadi Spirit Pembangunan

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat menyerahkan buku Indonesia Merdeka di Gorontalo: Nani Wartabone, 23 Januari 1942 dan Keindonesiaan pada syukuran peringatan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo, di Aula Rujab Gubernur, Jumat malam (5/12/2025). (Foto : Fadhly) Kota Gorontalo, Kominfotik – Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi meluncurkan buku Indonesia Merdeka di Gorontalo: Nani Wartabone, 23 Januari 1942 dan Keindonesiaan sebagai dorongan untuk memperkuat semangat pembangunan daerah. Buku ini diharapkan menjadi pengingat perjuangan Nani Wartabone dan inspirasi bagi masyarakat Gorontalo. Peluncuran dilakukan Gubernur Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie pada syukuran peringatan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo, di Aula Rujab Gubernur, Jumat malam (5/12/2025). Keduanya menegaskan bahwa nilai perjuangan dalam buku tersebut relevan dengan arah pembangunan Gorontalo saat ini. Gubernur Gusnar menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan edisi terbaru dari berbagai tulisan tentang pahlawan nasional Nani Wartabone. Ia menilai peluncuran buku menjadi momentum untuk memperkuat spirit perjuangan dalam pembangunan daerah. “Ini buku yang sudah kesekian tentang Pak Haji Nani Wartabone, Insya Allah buku ini menjadi spirit untuk melanjutkan pembangunan di Gorontalo,” kata Gusnar. Gusnar kemudian bercerita tentang perjalanan Provinsi Gorontalo yang telah menginjak usia 25 tahun. Ia mengenang masa awal pembentukan provinsi saat dirinya bersama Fadel Muhammad diberi amanah memimpin daerah baru tersebut. Ia mengatakan bahwa seiring bertambahnya usia, dinamika pemerintahan ikut berubah. Kritik dan pandangan masyarakat kini semakin terbuka sebagai bagian dari perkembangan demokrasi. “Provinsi ini empat lima tahun kedepan demokrasinya akan semakin terbuka sehingga semua orang bisa berpendapat, berpemikiran dan bersikap, itu harus kita terima sebagai keharusan di sebuah negara demokrasi sep

Politik & PemerintahanKota GorontaloPemprov Gorontalo
Bagikan:𝕏FacebookWhatsApp

Komentar

Komentar dinonaktifkan untuk artikel ini.

Baca Juga