Kadis Parekrafpar: Pembatalan oleh Fordasi Tak Surutkan Komitmen Pemprov dan Warga Semarakkan Lebaran Ketupat 2026
Dikusi Kepala Dinas Parekrafpar Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe bersama Fordasi, Jumat (27/3/2025). Kota Gorontalo, Kominfotik – Kepala Dinas Pariwisata memberikan tanggapan atas keputusan Ketua…

Dikusi Kepala Dinas Parekrafpar Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe bersama Fordasi, Jumat (27/3/2025). Kota Gorontalo, Kominfotik – Kepala Dinas Pariwisata memberikan tanggapan atas keputusan Ketua Fordasi Zukri Haramain yang menyatakan pembatalan kegiatan pacuan kuda dan karapan sapi Yosonegoro dalam rangka perayaan Lebaran Ketupat tahun 2026. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen menghadirkan perayaan yang sudah menjadi tradisi dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat. Informasi yang beredar di tengah masyarakat dinilai tidak sepenuhnya akurat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Bahwa hingga saat ini, pemerintah daerah tidak pernah secara resmi membatalkan agenda tersebut. Menurut Kadis Pariwasata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga, Sultan Kalupe bahwa keputusan yang disampaikan oleh pihak Fordasi merupakan bagian dari pertimbangan teknis organisasi, terutama terkait kesiapan peserta dan standar pelaksanaan lomba. Namun demikian, pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus melakukan langkah-langkah strategis agar semangat perayaan Lebaran Ketupat tetap terjaga. “Kami menghormati keputusan yang diambil oleh Ketua Fordasi, namun pemerintah tetap hadir untuk memastikan bahwa Lebaran Ketupat tahun ini tetap berlangsung semarak. Walaupun ditengah situasi penerapan efisiensi anggaran, masih ada banyak kegiatan lain yang bisa dinikmati masyarakat,” ujar Sultan Kalupe, Jumat (27/3/2025). Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah memfokuskan penyelenggaraan berbagai kegiatan alternatif, seperti Pesta Rakyat Desa Wisata Torosiaje. Ada juga beberapa kegiatan kuliner ketupat, pertunjukan seni tradisional, serta lomba-lomba rakyat yang melibatkan masyarakat secara luas tersebar dibeberapa tempat. Upaya ini dilakukan untuk menjaga nilai kebersamaan dan memperkuat tradisi lokal yang telah diwariskan secar


