Ossy Dermawan, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), melakukan kunjungan perdananya ke Gorontalo pada Minggu, 5 Juli 2026. Ia datang bersama istrinya, Wida Ossy Dermawan.
Keduanya disambut Gubernur Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Sekda Sofian Ibrahim, dan jajaran OPD dengan adat Mopotilolo.
Dua peran, dua agenda
Selama di Gorontalo, Ossy menjalankan dua agenda berbeda. Pertama, ia dijadwalkan membuka Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo.
Kedua, dalam kapasitasnya sebagai Wamen ATR/Waka BPN, ia menghadiri agenda internal bersama Kanwil BPN Provinsi Gorontalo dan jajaran Kantor Pertanahan.
Musda Demokrat itu kemudian menetapkan Erwin Ismail sebagai ketua DPD untuk periode 2026–2029.
Kombinasi dua agenda ini menunjukkan posisi Ossy yang berada di dua dunia sekaligus: pemerintahan dan partai politik. Selain sebagai wakil menteri, ia juga dikenal sebagai pengurus pusat Partai Demokrat.
Mopotilolo untuk Ossy Dermawan
Prosesi berlangsung di VIP Bandara Djalaluddin yang baru. Upacara diawali tabuhan genderang adat dan tari Longgo, tarian perang khas Gorontalo yang melambangkan keberanian dan kehormatan.
Ossy lalu menerima persembahan makanan dan minuman tradisional, serta petuah adat dari pemangku adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa, dewan adat dari lima wilayah adat Gorontalo.
Upacara ditutup dengan doa sebagai simbol restu warga Gorontalo, agar Ossy, istri, dan rombongan diberi kelancaran, keselamatan, dan kesehatan selama menjalankan agenda.
Isu pertanahan di Gorontalo
Kunjungan pejabat BPN selalu relevan bagi warga. Urusan sertifikat tanah, sengketa lahan, hingga penataan ruang adalah persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di Gorontalo yang sedang membangun banyak proyek.
Sejumlah proyek pemerintah daerah, dari kantor pemerintahan hingga kawasan wisata, juga bergantung pada kepastian status lahan. Karena itu, koordinasi antara BPN pusat dan kantor pertanahan daerah punya arti penting.
Bagi warga, momen seperti ini bisa menjadi pengingat untuk mengecek kelengkapan dokumen tanah masing-masing. Tanah yang sudah bersertifikat jauh lebih aman dari sengketa di kemudian hari.




